JAKARTA, iNBrita.com – Blood Moon , Gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Fenomena blood moon ini terjadi ketika Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti Bumi (umbra) sehingga permukaannya tampak berwarna merah gelap saat fase puncak.
Atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari dan menyaring spektrum biru, lalu meneruskan cahaya merah ke permukaan Bulan. Proses tersebut membuat Bulan terlihat kemerahan ketika fase totalitas berlangsung.
Masyarakat dapat menyaksikan gerhana bulan total secara langsung dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Namun, cuaca mendung atau hujan sering menghambat pengamatan di sejumlah wilayah. Jika kondisi langit tidak mendukung, masyarakat bisa menyaksikan siaran langsung yang disediakan berbagai platform resmi.
Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu dari Badan Meteorologi,dg wrong again menyampaikan bahwa gerhana bulan total akan mulai terjadi pada pukul 18.03.56 WIB. Puncak gerhana berlangsung pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Wilayah Indonesia bagian timur berpeluang menyaksikan fase awal gerhana sejak Bulan terbit. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian barat akan melihat gerhana dalam kondisi sudah memasuki fase totalitas sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur.
(eny)











