Minuman Manis Diam-Diam Menambah Gula Harian
Jakarta, iNBrita.com — Belakangan, pemerintah meluncurkan aturan Label Nutri Level pada kemasan makanan dan minuman. Label ini membantu masyarakat melihat kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk yang mereka konsumsi.
Pemerintah mengambil langkah ini karena ada alasan kuat. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa sekitar 11 persen masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes.
“Dan hampir 11 persen penduduk kita menderita diabetes. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 31 juta orang berada dalam kondisi pre-diabetes maupun diabetes, termasuk yang sudah membutuhkan insulin,” ujarnya, dikutip dari detikHealth.
Di tengah kondisi ini, masyarakat sering mengabaikan minuman manis. Orang mengonsumsi minuman ini karena bentuknya cair, sehingga mereka tidak menganggapnya sebagai makanan. Mereka juga tidak merasa kenyang setelah meminumnya, padahal minuman tersebut mengandung gula tinggi, bahkan hingga belasan atau puluhan gram per gelas.
Banyak orang mengonsumsi minuman ini berulang kali dalam sehari. Mereka minum kopi susu di pagi hari, teh manis saat makan, dan minuman kemasan di sore hari. Kondisi ini menghasilkan liquid calories, yaitu kalori dari minuman yang masuk ke tubuh tanpa disadari.
Apa Itu Liquid Calories?
Liquid calories berasal dari kalori yang terdapat dalam minuman. Orang mendapatkan kalori ini dari kopi susu, teh manis, jus buah, minuman bersoda, dan minuman olahraga.
Karena berbentuk cair, minuman ini tidak membuat orang merasa kenyang. Namun tubuh tetap menyerap energinya. Akibatnya, orang tetap menambah asupan kalori tanpa merasa makan lebih banyak.
Dalam satu botol minuman manis, produsen biasanya menambahkan 20–35 gram gula. Jumlah ini sering mendekati atau bahkan melebihi batas konsumsi gula harian.
Selain itu, tubuh menyerap gula dari minuman cair dengan cepat. Karena tidak mengandung serat, gula langsung masuk ke aliran darah dan membuat kadar gula darah naik lebih cepat.
Sumber Liquid Calories yang Sering Dikonsumsi
1. Kopi susu kekinian
Banyak orang meminum kopi susu sebagai rutinitas harian. Mereka menikmati rasa manis dan efek segarnya. Namun, satu gelas kopi susu biasanya mengandung 20–30 gram gula, tergantung tambahan sirup atau susu kental manis. Jika seseorang mengonsumsinya setiap hari, ia akan dengan mudah melewati batas gula harian.
2. Jus buah
Orang sering menganggap jus buah sebagai minuman sehat. Namun, saat mereka memproses buah menjadi jus, mereka mengurangi seratnya. Akibatnya, tubuh menyerap gula lebih cepat. Satu gelas jus buah mengandung sekitar 15–25 gram gula, dan jumlah ini meningkat jika orang menambahkan gula.
3. Teh manis
Orang sering meminum teh manis saat makan atau bersantai. Mereka merasa minuman ini ringan, padahal satu gelas mengandung 15–30 gram gula. Jika seseorang minum lebih dari satu gelas per hari, asupan gulanya akan meningkat secara signifikan.
4. Minuman bersoda
Produsen minuman bersoda menambahkan gula dalam jumlah tinggi untuk menciptakan rasa manis dan segar. Satu kaleng soda mengandung sekitar 30–40 gram gula. Jumlah ini sudah melampaui batas konsumsi harian jika diminum sekali saja.
5. Minuman isotonik
Orang biasanya meminum minuman isotonik setelah berolahraga. Minuman ini menggantikan energi yang hilang. Namun, jika seseorang meminumnya tanpa aktivitas fisik berat, tubuh tetap menerima 10–20 gram gula yang tidak terlalu dibutuhkan.
Mulai Lebih Sadar
Pemerintah menyediakan Label Nutri Level agar masyarakat lebih mudah membaca kandungan gula pada minuman.
Namun, banyak orang masih tidak menyadari bahwa liquid calories ikut menambah asupan energi harian mereka. Mereka tidak merasa kenyang setelah minum, sehingga mereka terus mengonsumsi minuman manis tanpa menghitung total gula yang masuk.
Orang sebaiknya memilih air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Mereka juga bisa mengganti minuman manis dengan teh tanpa gula atau infused water sebagai alternatif yang lebih sehat.
Orang masih boleh mengonsumsi minuman manis, tetapi mereka perlu mengatur frekuensi dan porsinya. Mereka juga perlu membaca label dan mulai mengontrol asupan gula agar kesehatan tetap terjaga.
(eny)













