Jakarta, iNBrita.com — Singapura memeriksa suhu tubuh penumpang dari wilayah terdampak untuk memperketat pengawasan virus Nipah, lapor The Straits Times, Kamis, 29 Januari 2026.
Langkah ini muncul setelah India melaporkan dua kasus virus Nipah di Benggala Barat. Communicable Diseases Agency (CDA) menegaskan bahwa Singapura belum mencatat kasus virus ini.
CDA meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran dari Asia Selatan. Petugas memberi imbauan kesehatan kepada pelancong dan mendorong mereka segera mencari perawatan medis jika merasa sakit. Singapura juga berkomunikasi dengan otoritas kesehatan Asia Selatan dan mendukung platform global untuk pelaporan sekuens genom virus.
Rumah sakit di Singapura diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala virus Nipah, terutama yang memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terdampak. Pemerintah siap mengambil langkah tambahan jika risiko penularan meningkat. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menekankan bahwa kewaspadaan berkelanjutan penting karena ancaman utama berasal dari penularan antarmanusia.
Negara-negara tetangga juga memperketat langkah pencegahan. Thailand memeriksa penumpang dari wilayah berisiko tinggi. Taiwan akan mengklasifikasikan Nipah sebagai penyakit Kategori 5, dan Malaysia tetap menjaga pengawasan kesehatan di perbatasan.
Virus Nipah menular melalui kontak dengan kelelawar pemakan buah, hewan terinfeksi seperti babi, kontak dekat antarmanusia, atau makanan yang terkontaminasi. Tingkat kematiannya mencapai 40–75 persen, meski penularan antarmanusia relatif jarang. Hingga kini, dokter menangani pasien dengan perawatan suportif karena vaksin dan obat khusus belum tersedia.
(vvr)













