Teknik Pemangkasan Pohon Kelengkeng Agar Cepat Berbuah Lebat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pemangkasan pohon kelengkeng untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

Proses pemangkasan pohon kelengkeng untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

iNBrita.com — Banyak orang memilih menanam pohon kelengkeng di pekarangan rumah karena buahnya manis dan menyegarkan. Namun, tidak sedikit yang kecewa karena pohon tidak kunjung berbuah atau hanya menghasilkan sedikit buah. Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu menerapkan teknik pemangkasan yang tepat agar tanaman lebih produktif.

Pemangkasan membantu tanaman mengarahkan energinya ke pembentukan buah, bukan hanya pertumbuhan daun dan cabang. Dengan teknik yang benar, Anda bisa mempercepat proses berbunga dan panen.

Lakukan Pemangkasan Secara Rutin

Anda perlu memangkas pohon kelengkeng secara rutin agar tetap produktif. Pemangkasan membentuk tajuk pohon, memperlancar sirkulasi udara, dan merangsang pertumbuhan cabang produktif. Selain itu, Anda juga bisa menghilangkan bagian yang tidak diperlukan sehingga pohon tetap sehat.

Dengan pemangkasan yang tepat, tanaman akan menumbuhkan tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga dan buah. Tajuk pohon juga menjadi lebih rapi dan mudah dirawat. Sinar matahari pun dapat masuk ke seluruh bagian pohon sehingga proses fotosintesis berjalan optimal.

Tentukan Waktu Pemangkasan yang Tepat

Anda sebaiknya memangkas pohon sesuai usia dan fase pertumbuhannya. Lakukan pemangkasan bentuk dan pemeliharaan pada awal musim hujan agar tanaman cepat pulih dan menumbuhkan tunas baru. Sebelum memangkas, berikan pupuk agar pertumbuhan lebih maksimal.

Setelah panen, segera lakukan pemangkasan produksi untuk merangsang munculnya tunas baru yang akan menjadi bunga dan buah berikutnya. Jika pohon sudah tua, lakukan pemangkasan peremajaan di awal musim hujan.

Pangkas Batang Saat Tinggi Tertentu

Saat tanaman masih muda, Anda perlu melakukan pemangkasan bentuk. Mulailah ketika tinggi tanaman mencapai 160–225 cm. Potong batang utama pada ketinggian sekitar 150–175 cm dari tanah.

Sisakan 3–4 cabang utama yang kuat sebagai kerangka pohon. Pangkas ranting hingga menyisakan sekitar 30–40 cm atau sekitar dua pertiga panjangnya. Ulangi proses ini hingga tiga kali untuk membentuk struktur pohon yang kokoh. Pada tahap akhir, sisakan dua ranting utama sebagai penopang agar pohon tumbuh tegak.

Lakukan Pemangkasan Pemeliharaan pada Pohon Dewasa

Saat pohon berusia 2–3 tahun, Anda perlu melakukan pemangkasan pemeliharaan. Fokuskan pada pembuangan cabang air, yaitu tunas yang tumbuh cepat tetapi tidak menghasilkan buah.

Selain itu, pangkas cabang yang sakit, kering, saling bersilangan, atau tumbuh ke arah dalam dan bawah. Anda juga perlu memangkas bagian atas tajuk untuk menjaga tinggi pohon sekitar 3–3,5 meter agar mudah dirawat dan dipanen.

Rangsang Pembungaan dengan Pemangkasan

Anda bisa merangsang pembungaan dengan memangkas tunas air dan cabang yang terlalu rapat. Cara ini membantu tanaman mengalihkan energi dari pertumbuhan daun ke pembentukan bunga dan buah.

Setelah panen, lakukan pemangkasan produksi untuk merangsang tunas baru. Buang cabang yang tidak produktif agar sinar matahari masuk lebih merata dan proses fotosintesis berjalan maksimal.

Gunakan Alat yang Bersih dan Tajam

Gunakan alat pangkas yang tajam agar menghasilkan potongan rapi. Luka potongan yang rapi akan mempercepat penyembuhan dan mencegah penyakit.

Sebelum dan sesudah digunakan, bersihkan alat dengan alkohol atau desinfektan agar tidak menyebarkan penyakit. Untuk cabang besar, gunakan gergaji tajam agar hasil potongan tetap baik.

Lakukan Perawatan Setelah Pemangkasan

Setelah memangkas, Anda perlu merawat tanaman dengan baik. Berikan pupuk dua minggu sebelum pemangkasan agar tanaman siap menumbuhkan tunas baru.

Gunakan pupuk NPK yang kaya fosfor dan kalium setiap 3–4 bulan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Selain itu, kendalikan hama dan penyakit serta bersihkan gulma secara rutin agar nutrisi tidak terserap oleh tanaman liar.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi
PASPRAM SMAN 1 Solok Selatan Ukir Prestasi FORBASI Sumbar
5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga
Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat
8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif
Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah
Cara Aman Gunakan Wi-Fi Hotel Tanpa Risiko
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PASPRAM SMAN 1 Solok Selatan Ukir Prestasi FORBASI Sumbar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:00 WIB

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat

Berita Terbaru

Ilustrasi kode redeem FF 22 Oktober 2026 untuk pemain Free Fire yang ingin mencoba klaim hadiah gratis melalui situs resmi Garena.(AI INBRITA)

Game

Kode Redeem FF 22 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Kamis, 22 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi aplikasi nonton drama penghasil saldo DANA 2026. ( Foto inbrita)

Uncategorized

Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya 2026, Begini Cara Kerjanya

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:00 WIB

Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Baca artikel detiknews,

Nasional

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:00 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Dok Kemnaker)

Nasional

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:00 WIB