Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Turun Tajam Akhir Pekan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas batangan Antam turun menjadi Rp 2.526.000 per gram pada Sabtu, 31 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas batangan Antam turun menjadi Rp 2.526.000 per gram pada Sabtu, 31 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNBrita.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau ANTM mengalami pergerakan yang cukup beragam sepanjang perdagangan 26-31 Oktober 2026. Selama periode tersebut, Antam mencatat dua kali kenaikan harga, tiga kali penurunan, dan satu kali pergerakan stagnan.

Pada awal pekan, Senin, 26 Oktober 2026, Antam mempertahankan harga emas di level Rp 2.540.000 per gram. Mengutip laman resmi Logam Mulia, perusahaan tidak mengubah harga jual emas dari perdagangan sebelumnya.

Antam juga mempertahankan harga buyback atau pembelian kembali emas di angka Rp 2.335.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback menunjukkan nilai yang akan diterima pemilik ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Sementara itu, harga jual menunjukkan nominal yang harus dibayar konsumen saat membeli emas.

Namun, kondisi tersebut hanya bertahan sehari. Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Antam menaikkan harga emas sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.550.000 per gram.

Kenaikan harga jual tersebut turut mendorong harga buyback. Antam menaikkan harga pembelian kembali sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.345.000 per gram.

Selanjutnya, pada Rabu, 28 Oktober 2026, harga emas Antam kembali menguat. Kali ini, perusahaan menaikkan harga sebesar Rp 20.000 sehingga mencapai Rp 2.570.000 per gram.

Antam juga meningkatkan harga buyback sebesar Rp 20.000. Dengan demikian, pemilik emas bisa menjual kembali emas batangan mereka dengan harga Rp 2.365.000 per gram.

Harga Emas Antam Berbalik Melemah Menjelang Akhir Pekan

Setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut, harga emas Antam mulai mengalami koreksi pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Antam menurunkan harga emas sebesar Rp 11.000 menjadi Rp 2.559.000 per gram. Perusahaan juga memangkas harga buyback dengan nominal yang sama sehingga berada di level Rp 2.354.000 per gram.

Tekanan harga berlanjut pada Jumat, 30 Oktober 2026. Antam kembali memangkas harga emas sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 2.546.000 per gram.

Penurunan tersebut juga memengaruhi harga buyback. Antam menurunkan harga pembelian kembali sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 2.341.000 per gram.

Memasuki akhir pekan, tekanan terhadap harga emas Antam semakin besar. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Antam memangkas harga emas sebesar Rp 20.000 sehingga turun ke posisi Rp 2.526.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback mengalami penurunan yang jauh lebih tajam. Antam memangkas harga pembelian kembali sebesar Rp 65.000 menjadi Rp 2.276.000 per gram.

Penurunan tersebut membuat pemilik emas menerima nilai jual kembali yang lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 Persen

Di tengah tekanan terhadap harga emas, pasar energi global justru mencatat penguatan. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kenaikan tersebut membawa harga minyak ke level penutupan tertinggi sejak akhir April.

Pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi peningkatan ketegangan dalam konflik yang melibatkan Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS). Selain itu, serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran pasokan minyak dunia.

Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember mencatat kenaikan US$ 2,76 atau 2,4 persen. Harga Brent kemudian ditutup pada level US$ 117,64 per barel setelah sempat menyentuh US$ 118 per barel.

Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Januari yang lebih aktif diperdagangkan menguat US$ 2,63 menjadi US$ 113,43 per barel.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat penguatan. WTI naik US$ 2,12 atau 2,08 persen sehingga mencapai US$ 104,12 per barel.

Secara bulanan, Brent membukukan kenaikan sebesar 13,6 persen. Pada periode yang sama, WTI mencatat penguatan lebih besar, yakni 15,2 persen.

Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan para pedagang masih mencermati aliran minyak dari Timur Tengah. Mereka juga mengantisipasi kemungkinan peningkatan operasi militer oleh pasukan AS dan sekutunya.

“Para pedagang akan tetap fokus pada arus minyak dari Timur Tengah serta kemungkinan eskalasi oleh pasukan AS dan sekutunya,” ujar Dennis Kissler.

Serangan Kapal Tanker Tingkatkan Kekhawatiran Pasokan Minyak

Pada Jumat, sebuah kapal tanker mengalami serangan menggunakan perangkat peledak yang berasal dari perahu kecil di Selat Hormuz. UKMTO, layanan keamanan maritim Inggris, melaporkan insiden tersebut.

Hingga kini, pihak berwenang belum memastikan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini kembali menyoroti kerentanan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.

Sumber-sumber maritim menyebut serangan tersebut sebagai keberhasilan pertama yang diketahui dalam penggunaan limpet mine sejak konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai pada Februari.

Limpet mine merupakan bahan peledak yang pelaku tempelkan pada lambung kapal. Biasanya, pelaku menggunakan perahu kecil untuk memasang perangkat tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengumumkan kebijakan baru pada Jumat.

Pemerintah AS memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak menangani situasi darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 23 Oktober.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Anjlok, Yield Obligasi Melonjak, Investor Mulai Khawatir
Rupiah Melemah, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.320
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran Picu Kekhawatiran
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Terbaru Indonesia
IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya
Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Berpeluang Rebound Jumat
Rupiah Menguat ke Rp18.123, Ini Sentimen Penggerak Dolar
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam, UBS, Galeri24
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Anjlok, Yield Obligasi Melonjak, Investor Mulai Khawatir

Minggu, 1 November 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.320

Minggu, 1 November 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Turun Tajam Akhir Pekan

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran Picu Kekhawatiran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya

Berita Terbaru

Pergerakan rupiah menghadapi tekanan dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan.(Foto: Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.320

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melepas ratusan peserta Juara Run 2.0 dalam rangka HUT ke-18 Kota Sungai Penuh.(Foto : Diskominfosta Sungai Penuh

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Lepas 500 Peserta Juara Run 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB

Harga emas batangan Antam turun menjadi Rp 2.526.000 per gram pada Sabtu, 31 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Turun Tajam Akhir Pekan

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:00 WIB