Jakarta, iNBrita.com – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Bahkan, harga logam mulia tersebut merosot hingga berada di bawah US$ 3.900 per ons. Akibat penurunan tersebut, harga emas menyentuh level terendah sejak Oktober 2025.
Penurunan harga emas ini terjadi seiring dengan kenaikan harga energi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Selain itu, kondisi tersebut turut memperkuat perkiraan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Mengutip data Trading Economics, harga emas dunia melemah sebesar 3,62% menjadi US$ 3.875,84 per ons pada Jumat (30/10/2026).
Inflasi dan Suku Bunga AS Tekan Harga Emas
Sementara itu, sejumlah bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa, memilih mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, keputusan tersebut tidak menghilangkan kekhawatiran pasar. Sebaliknya, kedua bank sentral memberikan sinyal bahwa perjuangan untuk mengendalikan inflasi masih terus berlangsung.
Lebih lanjut, kenaikan biaya energi juga menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan. Pasalnya, lonjakan harga energi berpotensi kembali mendorong inflasi. Hal ini semakin terlihat setelah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis menunjukkan percepatan inflasi selama September.
Tak hanya itu, pertumbuhan harga inti juga mengalami peningkatan pada periode yang sama. Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar semakin memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Aksi Jual Saham Teknologi Tambah Bebani Emas
Di tengah kondisi tersebut, tekanan terhadap harga emas juga datang dari pasar saham teknologi. Kekhawatiran investor terhadap meningkatnya pengeluaran perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memicu aksi jual saham secara besar-besaran.
Akibatnya, gejolak di pasar saham berpotensi mendorong investor melakukan penjualan aset secara paksa atau forced selling. Langkah tersebut dapat terjadi ketika investor harus memenuhi kewajiban margin atau margin call. Dengan demikian, tekanan jual tidak hanya memengaruhi pasar saham, tetapi juga dapat merembet ke pasar komoditas, termasuk emas.
Di sisi lain, harga minyak justru bergerak naik akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Sementara itu, permintaan emas fisik di sejumlah pasar utama Asia masih menunjukkan kondisi yang lemah.
Meskipun harga emas dunia mengalami tekanan cukup besar, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan harga emas perhiasan di dalam negeri. Sebab, setiap penyedia memiliki daftar harga dan kebijakan transaksi masing-masing.
Lantas, berapa harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia dan Laku Emas pada Sabtu, 31 Oktober 2026? Berikut daftar lengkap harga berdasarkan kadar karatnya.
Daftar Harga Emas Perhiasan Raja Emas Sabtu 31 Oktober 2026
Raja Emas Indonesia kembali merilis daftar harga emas perhiasan per gram untuk wilayah Pulau Jawa pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Melalui daftar tersebut, masyarakat dapat mengetahui harga emas berdasarkan tingkat kemurnian atau kadar karatnya. Adapun harga emas 24 karat (K24*) tercatat sebagai yang tertinggi, yakni Rp 2.210.000 per gram.
Sementara itu, emas 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,5% memiliki harga Rp 2.030.000 per gram.
Berikutnya, harga emas perhiasan Raja Emas untuk kadar lainnya menunjukkan rincian sebagai berikut:
| Kadar Emas | Harga per Gram |
|---|---|
| 24 karat (K24*) | Rp 2.210.000 |
| 24 karat (99,5%) | Rp 2.030.000 |
| 23 karat | Rp 1.939.000 |
| 22 karat | Rp 1.814.000 |
| 21 karat | Rp 1.733.000 |
| 20 karat | Rp 1.650.000 |
| 19 karat | Rp 1.567.000 |
| 18 karat | Rp 1.510.000 |
| 17 karat | Rp 1.430.000 |
| 16 karat | Rp 1.340.000 |
| 15 karat | Rp 1.239.000 |
| 14 karat | Rp 1.155.000 |
| 13 karat | Rp 1.073.000 |
| 12 karat | Rp 992.000 |
| 11 karat | Rp 908.000 |
| 10 karat | Rp 825.000 |
| 9 karat | Rp 745.000 |
| 8 karat | Rp 661.000 |
| 7 karat | Rp 580.000 |
| 6 karat | Rp 497.000 |
| 5 karat | Rp 415.000 |
Daftar Harga Emas Perhiasan Laku Emas Sabtu 31 Oktober 2026
Selain Raja Emas, Laku Emas juga menyediakan informasi harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Daftar harga tersebut dapat menjadi bahan perbandingan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berencana menjual perhiasan emas. Untuk emas 24 karat dengan tingkat kemurnian 99%, Laku Emas menetapkan harga Rp 2.056.000 per gram.
Sementara itu, harga emas perhiasan untuk kadar lainnya tercatat sebagai berikut:
| Kadar Emas | Harga per Gram |
|---|---|
| 24 karat (99%) | Rp 2.056.000 |
| 23 karat | Rp 1.902.000 |
| 22 karat | Rp 1.821.000 |
| 21 karat | Rp 1.740.000 |
| 20 karat | Rp 1.656.000 |
| 19 karat | Rp 1.572.000 |
| 18 karat | Rp 1.487.000 |
| 17 karat | Rp 1.403.000 |
| 16 karat | Rp 1.319.000 |
| 15 karat | Rp 1.236.000 |
| 14 karat | Rp 1.153.000 |
| 13 karat | Rp 1.071.000 |
| 12 karat | Rp 986.000 |
| 11 karat | Rp 902.000 |
| 10 karat | Rp 820.000 |
| 9 karat | Rp 735.000 |
Bandingkan Harga Sebelum Membeli atau Menjual Emas
Berdasarkan daftar di atas, Raja Emas dan Laku Emas menawarkan harga yang berbeda untuk sejumlah kadar emas perhiasan. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya membandingkan harga dari kedua penyedia sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Selain memperhatikan harga per gram, calon pembeli juga perlu memastikan kadar kemurnian emas yang akan dibeli. Begitu pula bagi masyarakat yang ingin menjual perhiasan, penting untuk memahami ketentuan penilaian dan harga yang berlaku di masing-masing penyedia.
Pada akhirnya, harga emas perhiasan dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan pasar maupun kebijakan perusahaan. Dengan demikian, masyarakat disarankan memeriksa kembali daftar harga terbaru sebelum melakukan pembelian ataupun penjualan emas.
(vvr*)









