Jakarta, iNBrita.com – Harga emas batangan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian kompak mengalami kenaikan pada Senin (2/11/2026). Ketiga produk logam mulia tersebut mencatatkan kenaikan harga dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Harga emas Antam masih menempati posisi tertinggi. Pegadaian menjual emas Antam seharga Rp 2.569.000 per gram.
Berdasarkan pantauan di laman resmi Pegadaian pada pukul 11.32 WIB, harga emas Galeri24 mencapai Rp 2.451.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 8.000 dibandingkan harga pada Sabtu (31/10/2026), yakni Rp 2.443.000 per gram.
Sementara itu, harga emas Antam juga mengalami kenaikan. Pegadaian menaikkan harga emas Antam sebesar Rp 5.000 dari Rp 2.564.000 menjadi Rp 2.569.000 per gram.
Emas UBS turut mencatatkan kenaikan harga. Pegadaian kini menjual emas UBS seharga Rp 2.475.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 8.000 dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2.467.000 per gram.
Namun, calon pembeli perlu memperhatikan perubahan harga setiap saat. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Pilihan Ukuran Emas di Pegadaian
Pegadaian menawarkan emas batangan dalam berbagai pilihan berat. Dengan demikian, masyarakat dapat menyesuaikan pembelian berdasarkan kebutuhan dan anggaran.
Galeri24 menyediakan emas mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, UBS menawarkan pilihan mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Adapun emas Antam tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Perbedaan pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan produk investasi.
Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin (2/11/2026).
Galeri24
-
- 0,5 gram: Rp 1.286.000
-
- 1 gram: Rp 2.451.000
-
- 2 gram: Rp 4.842.000
-
- 5 gram: Rp 12.016.000
-
- 10 gram: Rp 23.967.000
-
- 25 gram: Rp 59.596.000
-
- 50 gram: Rp 119.098.000
-
- 100 gram: Rp 238.078.000
-
- 250 gram: Rp 593.732.000
-
- 500 gram: Rp 1.187.463.000
-
- 1.000 gram: Rp 2.374.926.000
Antam
-
- 0,5 gram: Rp 1.336.000
-
- 1 gram: Rp 2.569.000
-
- 2 gram: Rp 5.078.000
-
- 3 gram: Rp 7.591.000
-
- 5 gram: Rp 12.617.000
-
- 10 gram: Rp 25.178.000
-
- 25 gram: Rp 62.816.000
-
- 50 gram: Rp 125.551.000
-
- 100 gram: Rp 251.022.000
UBS
-
- 0,5 gram: Rp 1.337.000
-
- 1 gram: Rp 2.475.000
-
- 2 gram: Rp 4.910.000
-
- 5 gram: Rp 12.133.000
-
- 10 gram: Rp 24.139.000
-
- 25 gram: Rp 60.228.000
-
- 50 gram: Rp 120.210.000
-
- 100 gram: Rp 240.325.000
-
- 250 gram: Rp 600.636.000
-
- 500 gram: Rp 1.199.861.000
Prediksi Harga Emas Sepekan ke Depan
Harga emas dunia berpotensi mengalami tekanan sepanjang pekan ini. Survei Emas Mingguan Kitco News menunjukkan perubahan pandangan di kalangan analis Wall Street setelah harga emas turun di bawah US$ 3.900.
Mengutip Kitco pada Senin (2/11/2026), sebanyak 16 analis mengikuti survei tersebut pada pekan lalu. Hasil survei memperlihatkan mayoritas analis memperkirakan harga emas akan melemah.
Hanya satu analis atau sekitar 6% yang memprediksi harga emas akan menguat. Sebaliknya, 10 analis atau 63% memperkirakan harga logam mulia tersebut akan turun.
Sementara itu, lima analis lainnya atau 31% memperkirakan harga emas bergerak mendatar. Mereka juga belum dapat memastikan arah pergerakan harga sepanjang pekan ini.
Berbeda dengan analis Wall Street, investor ritel masih menunjukkan optimisme. Jajak pendapat Kitco mencatat 184 suara dari para investor.
Sebanyak 98 investor atau 53% memperkirakan harga emas akan menguat. Kemudian, 56 investor atau 30% memprediksi harga emas kembali melemah.
Adapun 30 investor lainnya atau 16% memperkirakan harga emas akan bergerak stabil atau memasuki fase konsolidasi.
Pemilu AS dan Konflik Iran Membayangi Harga Emas
Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menilai daya tarik emas mulai memudar. Menurutnya, harga logam mulia tersebut sempat mendekati US$ 4.700 pada akhir Agustus lalu.
Chandler juga menyoroti pergerakan harga emas yang berada di bawah batas Bollinger Bands. Indikator teknikal tersebut menunjukkan posisi harga berada dua standar deviasi di bawah rata-rata pergerakan 20 hari.
Meski demikian, Chandler belum melihat tanda-tanda aksi jual besar-besaran. Namun, ia memperingatkan kemungkinan penurunan lebih dalam jika harga emas kembali mencetak level terendah baru sepanjang tahun ini.
“Jika harga terus turun hingga mencapai level terendah baru tahun ini, saya menduga emas bisa jatuh di kisaran US$ 3.750-US$ 3.850,” ujar Chandler.
Senada dengan Chandler, Head of Currency Strategy InvestingLive, Adam Button, juga memperkirakan harga emas akan melemah.
Button menilai pekan ini menjadi periode penting bagi pasar keuangan. Pasalnya, pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat (AS) berpotensi memengaruhi sentimen investor.
Selain itu, perkembangan konflik yang melibatkan Iran juga dapat meningkatkan ketidakpastian pasar.
Button mengkhawatirkan kemungkinan Presiden AS Donald Trump mengambil langkah keras dan meningkatkan eskalasi konflik. Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor menghindari aset berisiko.
“Saya khawatir Trump mungkin bereaksi keras dan meningkatkan eskalasi, yang dapat memicu sentimen penghindaran risiko yang signifikan di pasar,” kata Button.
Chief Market Strategist SIA Wealth Management juga menyampaikan pandangan negatif terhadap prospek emas. Ia memperkirakan harga logam mulia tersebut masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ini.
Menurutnya, penurunan harga emas hingga menembus level US$ 4.000 menjadi sinyal teknikal yang cukup penting. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap potensi pelemahan harga emas dalam waktu dekat.
(vvr*)









