Wow…! Harga Burung Asal Sungai Penuh dan Kerinci Fantastis

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Februari 2024 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh,inbrita.com- Komunitas  Burung Berkicau Mania  Kota Sungai Penuh dan juga Ketua  lingkup Sumatra  Bagian Selatan Mulyadi menyampaikan ada ratusan anggota yang tergabung dalam komunitas Burung Berkicau ini,tentu saja mereka yang bergabung mempunyai alasan tersendiri,ada karena hobby merawat burung,dan ada kepuasan tersendiri karena rasa senang dan bahagia saat mendengar suara kicauan burung yang dipelihara, serta menjadi sarana silaturahmi dan ajang maraup keuntungan.

Mulyadi  menceritakan bahwa pada tahun 2023 lalu bisa menjadi sejarah karena Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pernah melakukan Pendidikan Kilat (Diklat) sebanyak dua kali dengan peserta ratusan orang.

“Alhamdulillah Diklat yang kita adakan juga sukses,kita berharap setelah Pemilu ini bisa aktif kembali”, ujarnya(11/2)

Mulyadi tidak tanggung -tanggung bentuk kecintaan nya dalam pelestarian Burung Berkicau ini ,sudah disediakan tempat atau arena milik pribadi yang bernama Arena Bandit.

Mulyadi juga mengatakan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci merupakan daerah  yang memiliki spesies burung unggulan di Indonesia yaitu Murai Batu,dan burung Murai batu ini sudah menjadi idola.

“Iya, jujur saya katakan, bahwa Murai Batu asal Kerinci ini sudah banyak dipelihara oleh komunitas dari luar daerah,tapi sayang gaung Kerinci dan Kota Sungai Penuh ini ga kena,orang cuma kenalnya Provinsi Jambi “,jelas Mulyadi

Murai Batu asal Kerinci milik seorang  pecinta burung  pernah ditawari dengan harga fantastis seharga satu unit mobil Toyota Rush ,dan saya pribadi juga pernah jual burung yang bernama Pandeka Kayo ke Lampung dengan harga ratusan juta rupiah

“Alhamdulillah burung asal Kerinci memang dicari orang,tentu kita berharap jenis Burung ini perlu dilestarikan dan dijangkarkan untuk pelestarian,agar habitat dari burung kerinci tidak punah”,ujar Mulyadi.

Nama jenis burung yang diminati dari Kota Sungai Penuh yaitu Jenis Murai sama Katcher,dan Kabupaten Kerinci Cecak Hijau dan Kepala Kuning,tetapi untuk perlombaan banyak dari jenis Murai dan Katcher.

Mulyadi juga berharap untuk kelestarian dari habitat burung yang ada di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, untuk para pemikat yang masuk kedalam hutan,kalau bisa jenis burung betinanya jangan diambil.

“Kalau yang betinanya diambil habis lah murai kita,jadi ambil lah para pejantan nya saja agar habitatnya tidak habis “, katanya.

Bergelut dalam hobi sebagai pecinta burung mania memang sangat menjanjikan.

“Saya ditawari main 2 Milyar oleh Bos besar, boleh cek YouTube saya,ini lah gilanya hobi main burung,orang ga mikir harga berapa, ngeluarin duit berapa untuk hobi ini,kalau burungnya berprestasi pasti dibeli orang, buktinya  minggu ini ada burung yang laku seharga 2 Milyar,lagi heboh nya di mania kicau burung Jakarta”,kata Mulyadi

Mulyadi berharap untuk sesama komunitas,agar mempunyai satu misi yang sama untuk pelestari dan kemajuan Komunitas karena Kerinci dan Kota Sungai Penuh memiliki banyak jenis burung , Katcher,Murai Batu,konen,Kenari,Labbet semua ada,yang dibangun adalah kekompakan sesama,dan yakin bahwa komunitas Burung Berkicau ini tidak akan pernah mati,karena habitat burung yang banyak dipelihara  oleh pecinta burung dari luar daerah itu asalnya dari Kota Sungai Penuh dan Kerinci.

Oleh:Eni Syamsir

 

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Pastikan Pelayanan Peserta PBI Setara dengan Mandiri
Polda Jambi Didesak Tuntaskan Dugaan Penipuan Ekskavator
Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai
Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun
Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci
Dedi Mulyadi Guyur Rp1 Miliar untuk Juara Persib Bandung
Pencuri Gasak Emas Saat Listrik Padam di Medan
RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:00 WIB

BPJS Pastikan Pelayanan Peserta PBI Setara dengan Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 22:00 WIB

Polda Jambi Didesak Tuntaskan Dugaan Penipuan Ekskavator

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:00 WIB

Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Tragedi Tol Pekanbaru-Dumai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Dua Pelajar Tewas Tenggelam Saat Liburan di Simalungun

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:00 WIB

Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci

Berita Terbaru

Ilustrasi pemandangan alam

SUNGAI PENUH

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:00 WIB

Foto: KemenPANR

Nasional

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi BEI dan pergerakan pasar saham Indonesia.

Ekonomi

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kabut asap di kawasan pegunungan yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:00 WIB

Kris Dayanti memamerkan dua medali yang diraihnya di Singapore Kung Fu Games.

Entertainment

Kris Dayanti Raih Dua Medali, Inspirasi Hidup Sehat dan Aktif

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:00 WIB