Home / Internasional

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:00 WIB

Arab Saudi Peringatkan Iran Usai Serangan Drone dan Rudal

Ilustrasi bendera Arab Saudi. Pemerintah Saudi memperingatkan Iran agar tidak melakukan salah perhitungan setelah serangan drone dan rudal.

Ilustrasi bendera Arab Saudi. Pemerintah Saudi memperingatkan Iran agar tidak melakukan salah perhitungan setelah serangan drone dan rudal.

Jakarta, iNBrita,comMenteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid bin Salman, memperingatkan Iran agar bersikap bijaksana dan tidak melakukan salah perhitungan. Peringatan itu ia sampaikan pada Sabtu (7/3) setelah serangan rudal dan drone kembali menyasar wilayah kerajaan.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut usai bertemu dengan kepala militer Pakistan. Melalui akun media sosial X, Khalid menilai serangan Iran telah mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan.

“Kami membahas serangan Iran terhadap Kerajaan dan langkah untuk menghentikannya. Kami berharap Iran bersikap bijaksana dan tidak melakukan salah perhitungan,” tulisnya.

Drone Menyerang Ladang Minyak

Menurut laporan AFP dan Euronews, Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan serangan drone pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Pasukan pertahanan udara Saudi mencegat empat drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah. Ladang minyak besar itu berada di gurun Rub’ al Khali.

Baca juga :   SAR Temukan Jenazah Pelatih Sepakbola Valencia CF

Serangan tersebut menjadi yang kedua dalam beberapa jam terakhir.

Sebelumnya, militer Saudi juga menggagalkan serangan drone yang menargetkan wilayah sekitar ibu kota Riyadh.

Selain itu, sistem pertahanan udara Saudi mencegat dua rudal balistik yang menuju Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Iran Umumkan Gelombang Serangan Baru

Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan gelombang serangan ke-23 dalam operasi militer “Janji Sejati 4”.

IRGC menyatakan operasi tersebut menggunakan kombinasi drone dan rudal generasi terbaru.

Dalam pernyataan resmi pada Jumat (6/3), IRGC menjelaskan bahwa serangan itu memakai sistem rudal canggih yang mampu menyerang banyak target sekaligus.

Baca juga :   Wujudkan Kebersamaan CM Sumbang Gajinya Ajak Warga ke objek Wisata

“Dalam gelombang ini kami menggunakan rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru untuk menargetkan wilayah pendudukan serta pangkalan Amerika Serikat di kawasan,” tulis IRGC.

Pangkalan AS dan Kota Israel Jadi Target

IRGC juga mengklaim serangan menargetkan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pangkalan yang disebut antara lain Sheikh Isa dan Juffair di Bahrain, Ali al-Salem di Kuwait, serta al-Azraq di Jordan.

Selain itu, IRGC menyebut serangan juga menyasar target di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan Israel.

Menurut IRGC, kota Be’er Sheva menjadi salah satu target karena memiliki pusat teknologi, fasilitas keamanan siber, dan dukungan militer Israel.

(VVR*)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

WNI berhijab mengenakan seragam Tentara Amerika Serikat

Internasional

Viral WNI Berhijab Bergabung Tentara National Guard AS
Suzuki DR160X 2026 warna terbaru dengan desain enduro agresif

Internasional

Suzuki DR160X 2026 Resmi Meluncur di Kolombia
Kesepakatan minyak AS–Venezuela picu protes China, turunkan harga minyak global, dan perkuat pengaruh Trump di sektor energi.

Internasional

Trump Kuasai Minyak Venezuela, Ketegangan Global Meningkat

Internasional

Pakistan: Lukai 35 Orang ,8 Tewas Serangan Rudal India
Situasi evakuasi warga dan pesawat militer menembak jatuh rudal di Doha, Qatar.

Internasional

Evakuasi Massal di Doha Usai Ledakan Terdengar
Anak kecil berjalan di jalan sambil menyeret boneka besar.

Internasional

UNICEF: 67 Anak Gaza Meninggal Saat Gencatan
Lin Chun Yi merayakan kemenangan pada final All England Open 2026

Internasional

Lin Chun Yi Juara All England 2026 Usai Kalahkan Sen
Puing pesawat kargo C-130 di perbukitan Sighnaghi, Georgia, setelah kecelakaan.

Internasional

Pesawat Militer Turki Jatuh di Georgia, 20 Tewas