Jakarta, iNBrita.com — Harga minyak mentah dunia turun tajam setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Venezuela. Karena Venezuela setuju mengalihkan pasokan minyak yang biasanya ke China ke pasar AS, keputusan ini memicu reaksi diplomatik dan ketegangan geopolitik.
AS Mengamankan Pasokan Minyak Venezuela
Presiden AS Donald Trump menyatakan Venezuela akan mengirim 30–50 juta barel minyak ke kilang-kilang AS di Teluk Meksiko.Trump memperkirakan nilai ekspor minyak ini mencapai US$2 miliar. Selain itu, pemerintah AS akan langsung mengendalikan hasil penjualan untuk menjaga kepentingan rakyat kedua negara.
Akibat keputusan ini, harga minyak WTI dan Brent langsung turun. Pasar memperkirakan pasokan global bertambah sehingga risiko surplus meningkat pada semester pertama tahun ini.
Tekanan AS pada Venezuela
Pemerintahan AS meminta Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menghentikan kerja sama dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba. Hal ini bertujuan agar Venezuela dapat memperluas ekspor minyak ke AS. Sementara itu, Rodríguez berada dalam posisi sulit: menolak permintaan AS bisa mengancam stabilitas ekonomi, namun menuruti tuntutan tersebut menimbulkan kritik domestik.
Reaksi Keras China
China mengecam langkah AS karena dianggap sebagai tindakan intimidasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan permintaan AS melanggar kedaulatan Venezuela dan hukum internasional. Oleh karena itu, kilang-kilang independen China mulai mencari pasokan alternatif dari Iran dan Rusia.
Ketegangan Militer dan Diplomatik Meningkat
AS melancarkan operasi militer besar-besaran. Mereka menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan menyita kapal tanker berbendera Rusia yang membawa minyak. Rusia mengecam tindakan ini sebagai pembajakan. Selain itu, situasi ini menimbulkan kekhawatiran di Amerika Latin dan meningkatkan ketegangan global.
Ringkasan Situasi
AS mengamankan pasokan minyak Venezuela senilai US$2 miliar.
Minyak dialihkan dari China ke AS sehingga harga minyak global turun.
China mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan.
Ketegangan geopolitik meningkat melalui operasi militer dan diplomasi panas. (vvr)














