Bangkok , iNBrita.com — Hujan deras mengguyur Bangkok, Thailand, selama hampir dua hari dan memicu banjir di berbagai kawasan ibu kota. Genangan air menghambat lalu lintas serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) menetapkan seluruh 50 distrik di Bangkok sebagai wilayah bencana. Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk mempercepat penanganan dan koordinasi di kawasan yang terdampak banjir.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt meliburkan sekolah pada Senin, 28 September 2026. Ia juga meminta pegawai pemerintah bekerja dari rumah untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di jalan-jalan yang terendam banjir.
Hujan paling parah mengguyur wilayah timur Bangkok. Air juga menggenangi sejumlah kawasan lain di sekitar ibu kota.
Di Provinsi Pathum Thani, pemerintah menetapkan kawasan Rangsit sebagai zona darurat bencana setelah hujan terus mengguyur hingga Sabtu malam.
Pemerintah Bangkok mengirimkan peringatan kepada warga melalui layanan cell broadcast setelah pukul 09.00 waktu setempat. Pesan tersebut memperingatkan warga bahwa permukaan air di sejumlah kanal telah mencapai level kritis dan masih berpotensi naik.
Sistem Tekanan Rendah Picu Hujan Lebat
Departemen Meteorologi Thailand menyebut sistem tekanan rendah yang kuat sebagai pemicu utama cuaca buruk tersebut. Sistem itu mencakup Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, dan sejumlah provinsi di sekitarnya.
Angin monsun barat daya yang bertiup di atas Laut Andaman, wilayah selatan Thailand, dan Teluk Thailand juga semakin kuat sehingga memperbesar potensi hujan.
Hujan deras memang sering mengguyur Bangkok pada September karena bulan tersebut masuk periode puncak musim hujan. Namun, intensitas hujan kali ini jauh melampaui rata-rata.
Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA mencatat curah hujan mencapai 487 milimeter selama 1-25 September. Angka itu jauh lebih tinggi daripada rata-rata 269 milimeter pada periode yang sama sepanjang 1991-2020.
Pemerintah Kerahkan Pompa
Pemerintah kota mengoperasikan seluruh stasiun pompa dengan kapasitas maksimal untuk mempercepat pembuangan air. Sistem tersebut mampu memompa sekitar 1.200 meter kubik air per detik.
Permukaan air mulai stabil menjelang tengah hari pada Sabtu. Namun, pemerintah memperkirakan proses surutnya banjir tetap membutuhkan waktu.
Chadchart mengatakan warga membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk melihat banjir surut jika hujan benar-benar berhenti.
Gubernur Bangkok juga meminta masyarakat tetap tenang. Ia memastikan pemerintah terus mengambil langkah untuk mencegah kondisi saat ini berkembang menjadi bencana seperti banjir besar pada 2011.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah warga mulai membeli kebutuhan pokok sebagai persediaan. Pengunjung memadati sebuah gerai Makro di kawasan Ram Inthra hingga kendaraan memenuhi area parkir dan meluber ke jalan raya.
Warga memenuhi troli belanja dengan berbagai kebutuhan, seperti air minum, mi instan, dan makanan kaleng.
Anutin Percepat Kepulangan dari London
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mempercepat kepulangannya dari London untuk memantau penanganan banjir. Ia sebelumnya menjalankan agenda promosi investasi di Inggris.
Setelah kembali, Anutin memimpin koordinasi bersama para pejabat melalui telekonferensi. Ia meminta pemerintah menggabungkan pemantauan cuaca, mitigasi bencana, irigasi, dan transportasi dalam satu sistem penanganan yang terkoordinasi.
Pemerintah juga meningkatkan pelepasan air dari Bendungan Chao Phraya di Provinsi Chai Nat. Pengelola bendungan menaikkan debit pelepasan air secara bertahap dari 1.850 menjadi 1.950 meter kubik per detik.
Pemerintah meminta warga yang tinggal di dataran rendah sepanjang Sungai Chao Phraya, terutama kawasan hilir bendungan, untuk memantau ketinggian air. Warga di sepanjang Sungai Noi juga diminta mengikuti setiap informasi resmi dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan kondisi.
Banjir Menjangkau 20 Provinsi
Hujan deras juga memicu banjir di sedikitnya 20 provinsi lain dengan tingkat dampak yang berbeda.
Wilayah tersebut meliputi Nakhon Ratchasima, Chanthaburi, Phetchabun, Chon Buri, Chachoengsao, Buri Ram, Surin, Sing Buri, Samut Prakan, Nakhon Sawan, Phichit, Rayong, Ang Thong, Chai Nat, Uthai Thani, Prachin Buri, Ayutthaya, Sa Kaeo, Phitsanulok, Suphan Buri, dan Nakhon Phanom.
Departemen Meteorologi memperkirakan hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah Thailand. Pemerintah pun meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca dan perkembangan tinggi muka air untuk mengantisipasi banjir susulan.









