Bir Tawil Wilayah Tak Bertuan di Perbatasan Afrika

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilayah Bir Tawil di perbatasan Mesir dan Sudan dikenal sebagai kawasan tak bertuan yang dipenuhi gurun dan aktivitas tambang emas.

Wilayah Bir Tawil di perbatasan Mesir dan Sudan dikenal sebagai kawasan tak bertuan yang dipenuhi gurun dan aktivitas tambang emas.

Jakarta, iNBrita.com — Di dunia ini ada sebuah wilayah yang tidak diakui oleh negara mana pun, yaitu Bir Tawil. Kawasan gurun tersebut berada di antara Mesir dan Sudan.

Banyak orang mengenal Bir Tawil sebagai wilayah kosong yang dipenuhi pegunungan batu, gurun tandus, dan suhu yang sangat panas. Jurnalis John Elledge bahkan menyebut kawasan itu sebagai tempat yang nyaris tidak memiliki kehidupan dalam bukunya A History of the World in 47 Borders.

Lokasi Bir Tawil yang terpencil membuat akses menuju wilayah tersebut sangat sulit. Kawasan itu jauh dari jalan raya dan pusat transportasi. Bir Tawil juga tidak memiliki pemerintahan resmi, hukum negara, hotel, toko modern, maupun jaringan telepon.

Suku Ababda Sudah Lama Menghuni Bir Tawil

Meski banyak orang menyebut Bir Tawil tidak berpenghuni, kenyataannya suku Ababda telah lama tinggal di kawasan itu sejak masa Kekaisaran Romawi.

Peneliti dari Universitas Lancashire, Dean Karalekas, menemukan fakta tersebut saat mengunjungi Bir Tawil pada 2020. Ia melihat langsung kehidupan masyarakat yang menetap dan bekerja di kawasan gurun itu.

Baca Juga :  Tips Merawat Peoni untuk Taman Cantik Sepanjang Tahun

Karalekas menemukan berbagai perkemahan permanen dan aktivitas pertambangan emas yang berjalan aktif. Para penambang menggunakan peralatan sederhana seperti detektor logam hingga alat berat modern seperti ekskavator dan mesin pemisah mineral.

Kehidupan di Tengah Gurun Bir Tawil

Bir Tawil ternyata memiliki permukiman dan jalur utama yang cukup ramai. Warga membangun tempat tinggal dari seng dan kain bekas untuk bertahan di tengah cuaca ekstrem.

Masyarakat setempat juga menggunakan alat penukar uang dan bilik telepon sederhana untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, kelompok keamanan lokal ikut menjaga kawasan tersebut.

Di beberapa bagian wilayah, terdapat wadi atau lembah bekas aliran sungai yang menghasilkan air ketika musim hujan datang. Keberadaan wadi membantu warga dan para penambang memenuhi kebutuhan air di tengah gurun.

Sengketa Perbatasan Mesir dan Sudan

Sengketa Bir Tawil bermula pada 1899 ketika Pemerintah Inggris dan Mesir menetapkan batas wilayah melalui Perjanjian Kondominium Anglo-Mesir.

Pada 1902, Inggris kembali menggambar batas administratif baru. Inggris memasukkan Bir Tawil ke wilayah Mesir karena suku Ababda menggunakan kawasan itu sebagai lahan penggembalaan ternak.

Baca Juga :  Banyak Orang Baru Tahu Fungsi Penting Cat Dasar

Di sisi lain, Inggris menempatkan Segitiga Hala’ib di bawah administrasi Sudan.

Setelah Sudan merdeka, pemerintah Sudan mengklaim Segitiga Hala’ib sebagai wilayahnya. Namun, Mesir menolak klaim tersebut dan tetap mengacu pada batas awal tahun 1899.

Akibatnya, Mesir menganggap Segitiga Hala’ib sebagai bagian wilayahnya, sedangkan Sudan menilai Bir Tawil masuk ke wilayah Mesir. Sampai sekarang, kedua negara belum menyelesaikan sengketa tersebut.

Banyak Orang Pernah Mengklaim Bir Tawil

Sejumlah orang pernah mencoba mengklaim Bir Tawil sebagai negara baru. Salah satu yang paling terkenal ialah Jeremiah Heaton.

Pada 2014, Heaton mendeklarasikan wilayah itu sebagai “Kerajaan Sudan Utara” untuk mewujudkan impian putrinya, Emily, yang ingin menjadi seorang putri.

Heaton kemudian mengibarkan bendera kerajaan, menobatkan dirinya sebagai kepala negara, dan berencana mengumpulkan dana sebesar 250 ribu dolar AS.

Namun, banyak orang mengecam tindakannya. Publik internasional menilai aksi tersebut sebagai bentuk imperialisme modern di abad ke-21.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Menanam Bunga Matahari Agar Cepat Tumbuh Subur
Cara Menanam Bunga Dahlia Agar Cepat Berbunga Lebat
Ilmuwan Temukan Mineral Langka dalam Meteorit Asal Mars.
Rahasia Peace Lily Sehat dengan Penyiraman yang Tepat
Cara Menanam Hibiscus Agar Tumbuh Subur dan Berbunga
Alfin Dampingi Wagub Pantau SPMB di SMAN 2
Wisuda 538 Lulusan, IAIN Kerinci Buka Program Doktor
Cara Menanam Bunga Asoka Agar Cepat Berbunga Lebat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Bunga Matahari Agar Cepat Tumbuh Subur

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Bunga Dahlia Agar Cepat Berbunga Lebat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Langka dalam Meteorit Asal Mars.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:00 WIB

Rahasia Peace Lily Sehat dengan Penyiraman yang Tepat

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:00 WIB

Cara Menanam Hibiscus Agar Tumbuh Subur dan Berbunga

Berita Terbaru

Bongkahan amber seberat 3,5 kilogram ini tercatat sebagai potongan rumanit terbesar yang pernah ditemukan. (Dok. Museum Kabupaten Buzău)

Teknologi

Batu Ganjalan Pintu Ini Ternyata Bernilai Rp20 Miliar

Senin, 22 Jun 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi rumah. (Foto: Pexels)

Ekonomi

Gaji Rp14 Juta Bisa Ajukan Rumah Subsidi

Senin, 22 Jun 2026 - 08:00 WIB

Spanyol menang telak atas Arab Saudi di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Claudia Greco)

Internasional

Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi

Senin, 22 Jun 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kanker tiroid dan gejalanya pada leher.(Dok. Mayapada Hospital)

Kesehatan

Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi

Senin, 22 Jun 2026 - 06:00 WIB

Bupati Monadi menghadiri Kenduri Sko Belui 2026 dan mengajak masyarakat menjaga adat serta melestarikan budaya Kerinci. ( Foto Kerinci Satu)

KERINCI

Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Tigo Luhah Belui.

Senin, 22 Jun 2026 - 05:00 WIB