Kerinci, iNBrita.com — – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Bola Kaki Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, saat pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Belui Tahun 2026, Minggu (21/6/2026). Tradisi adat yang masyarakat wariskan secara turun-temurun itu kembali memperkuat persatuan warga sekaligus menjaga kelestarian budaya Kerinci.
Bupati Kerinci Monadi hadir langsung bersama istri dalam kegiatan tersebut. Selain itu, perwakilan Gubernur Jambi yang diwakili Sekretaris DPRD Provinsi Jambi M. Arif Budiman, Ketua DPRD Kerinci Irwandri, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, Sekda Kerinci Zainal Efendi, para camat, depati, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, serta masyarakat dari berbagai wilayah Kecamatan Depati Tujuh juga ikut menghadiri acara.
Kenduri Sko Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya
Masyarakat Kerinci terus menjaga Kenduri Sko sebagai salah satu warisan budaya daerah. Oleh sebab itu, tradisi tersebut tidak hanya menghormati jasa para leluhur, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Adat Belui Andi Ariawan Depati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci yang terus mendukung pelestarian adat dan budaya daerah. Menurutnya, masyarakat Belui tetap memegang teguh nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu sehingga tradisi Kenduri Sko terus bertahan hingga saat ini.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan adat sebagai identitas sekaligus kekuatan budaya daerah. Ia menilai adat tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat.
“Adat lamo pusako usang merupakan warisan berharga yang harus terus kita jaga. Melalui Kenduri Sko ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjaga peradaban yang telah dibangun oleh para leluhur,” ujar Monadi.
Lebih lanjut, Monadi menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, masyarakat dapat mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Bupati Monadi Soroti Peran Tokoh Adat
Selain itu, Monadi mengingatkan para pemangku adat agar aktif membimbing generasi muda menghadapi berbagai tantangan zaman. Menurutnya, maraknya judi online dan berbagai pengaruh negatif lainnya memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh adat dan tokoh agama.
Karena itu, ia meminta para depati, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat terus memberikan pembinaan kepada generasi muda agar mereka tidak terjerumus ke dalam perjudian online maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan.
“Saya berharap para depati, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat terus memberikan pembinaan kepada generasi muda agar terhindar dari perjudian online maupun perilaku yang dapat merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Di samping itu, Monadi mengajak seluruh lembaga adat menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan yang dapat mengganggu persatuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat hanya bisa menjaga kelestarian budaya Kerinci apabila seluruh unsur adat berjalan dalam satu tujuan dan satu pedoman.
Gubernur Jambi Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat
Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Jambi M. Arif Budiman membacakan sambutan Gubernur Jambi. Dalam sambutan tersebut, Gubernur Jambi memberikan apresiasi kepada masyarakat Belui yang terus menjaga tradisi dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Lebih jauh, Gubernur mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Dengan cara itu, masyarakat dapat menjaga adat dan tradisi daerah dari pengaruh globalisasi yang terus berkembang.
Menurut Gubernur, keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya dari generasi ke generasi.
Pada akhirnya, masyarakat Belui menyukseskan Kenduri Sko Tigo Luhah Belui Tahun 2026 melalui berbagai rangkaian prosesi adat yang sarat makna. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat kembali meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, melestarikan adat istiadat, serta mempertahankan identitas budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kerinci.
(eny)









