Home / Kesehatan

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:00 WIB

BPOM Temukan Ribuan Produk Ilegal Jelang Idul Fitri

Foto: Nafilah/detikHealth

Foto: Nafilah/detikHealth

BPOM Temukan Lebih dari 56 Ribu Produk Bermasalah Jelang Idul Fitri

Jakarta, iNBrita.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pangan olahan di berbagai daerah. Selain itu, lembaga tersebut melakukan intensifikasi pemeriksaan di sejumlah titik distribusi. Hasilnya, BPOM menemukan lebih dari 56 ribu produk bermasalah, termasuk sekitar 27 ribu produk tanpa izin edar atau ilegal.

Di sisi lain, sejumlah produk populer seperti Milo dan OldTown White Coffee, serta berbagai produk sereal impor, tetap menarik minat tinggi dari masyarakat. Namun demikian, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli produk pangan.

Menurut Taruna, produk ilegal berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Pasalnya, produk tanpa izin edar tidak melalui pengawasan resmi. Akibatnya, risiko kontaminasi atau penggunaan bahan berbahaya dapat meningkat. Selain itu, konsumen juga sulit memastikan keaslian produk yang tidak memiliki izin edar resmi.

Wilayah dengan Temuan Produk Ilegal Terbanyak

BPOM juga mencatat lima wilayah dengan jumlah temuan produk ilegal terbanyak. Menariknya, sebagian besar wilayah tersebut berada di daerah yang dekat dengan jalur masuk barang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, lebih dari 70 persen produk ilegal diketahui berasal dari kedua negara tersebut.

Berikut lima wilayah dengan jumlah temuan tertinggi:

  • Palembang, Sumatera Selatan: 10.848 produk

  • Palopo, Sulawesi Selatan: 2.756 produk

  • Batam, Kepulauan Riau: 2.653 produk

  • Sanggau, Kalimantan Barat: 1.654 produk

  • Tarakan, Kalimantan Utara: 1.305 produk

Taruna menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa jalur distribusi ilegal masih aktif di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan lintas sektor. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

BPOM Periksa Lebih dari Seribu Sarana Distribusi

Sementara itu, hingga 5 Maret 2026, BPOM telah memeriksa 1.134 sarana peredaran pangan olahan di seluruh Indonesia. Secara rinci, pemeriksaan tersebut mencakup berbagai jenis sarana distribusi.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • 569 sarana ritel modern (50,2 persen)

  • 369 sarana ritel tradisional (32,5 persen)

  • 188 gudang distributor (16,6 persen)

  • 7 gudang importir (0,6 persen)

  • 1 gudang e-commerce (0,1 persen)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 739 sarana atau 65,2 persen telah memenuhi ketentuan. Sebaliknya, 395 sarana atau 34,8 persen masih melanggar aturan karena menjual produk tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, atau produk dalam kondisi rusak.

Karena itu, BPOM mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasan sebelum membeli produk pangan.

(eny)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Secangkir teh hitam hangat dalam cangkir kaca di atas meja kayu.

Kesehatan

Teh Hitam Tingkatkan Energi dan Fokus Alami
Pria memegang dada kiri dengan ekspresi nyeri, menandakan gejala masalah jantung.

Kesehatan

USG Karotis Bantu Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung
Dokter memeriksa pasien dengan gejala sumbatan usus di ruang perawatan rumah sakit

Kesehatan

Sumbatan Usus Dapat Berakibat Fatal Jika Terlambat
Buah sawo matang dengan daging buah manis kaya nutrisi

Kesehatan

Manfaat Buah Sawo untuk Kesehatan dan Energi Tubuh
Ilustrasi warna urine pekat saat puasa akibat dehidrasi ringan

Kesehatan

Urine Pekat Saat Puasa, Bahayakah untuk Ginjal?
Orang dewasa berjalan kaki santai di taman untuk kesehatan jantung

Kesehatan

Jalan Kaki 7000 Langkah Cukup Sehatkan Jantung Harian
Aneka camilan tinggi zat besi seperti kacang, buah kering, dan dark chocolate di atas meja

Kesehatan

Camilan Tinggi Zat Besi Sehat Praktis dan Bergizi
Tetes air hujan di jalanan Jakarta saat penelitian BRIN mengenai kandungan mikroplastik dari udara perkotaan.

Kesehatan

Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, BRIN Ungkap Fakta