Home / Teknologi

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:00 WIB

Cold Moon 2025: Supermoon Purnama Terang Desember

Fenomena Cold Moon 2025 menampilkan Bulan Purnama yang lebih besar dan terang di langit malam.

Fenomena Cold Moon 2025 menampilkan Bulan Purnama yang lebih besar dan terang di langit malam.

Jakarta, iNBrita.com – Cold Moon Pada 5 Desember 2025, Bulan akan memasuki fase Purnama yang disebut Cold Moon. Fenomena ini menjadi lebih istimewa karena Bulan akan muncul sebagai Supermoon, yang menutup rangkaian tiga Supermoon berturut-turut di akhir tahun.

Laporan Almanac menyebutkan bahwa Bulan Purnama Cold Moon akan mencapai puncaknya pada 5 Desember. Pengamat bisa mulai menikmati keindahannya segera setelah Bulan terbit. Saat Bulan mendekati cakrawala, ia akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya, memberikan pemandangan yang spektakuler bagi siapa pun yang menatap langit malam.

Mengapa Disebut Cold Moon?

Tradisi penamaan Bulan Purnama, termasuk Cold Moon untuk Desember, berkembang dari kebiasaan suku asli Amerika, kolonial, dan masyarakat Eropa yang telah berlangsung berabad-abad. Suku Mohawk memberi nama Cold Moon karena fase ini menandai musim dingin yang paling dingin dalam setahun.

Baca juga :   Jadwal Indonesia vs Vietnam Mobile Legends SEA Game

Selain itu, suku Mohican menamai Bulan ini sebagai Long Night Moon, karena Bulan muncul pada malam-malam terpanjang dalam setahun, mendekati solstis musim dingin, dan tetap terlihat lama di cakrawala. Di Eropa, para penganut pagan kuno menyebutnya “Bulan Sebelum Yule”, untuk merayakan festival Yuletide yang menghormati kembalinya matahari.

Mengapa Termasuk Supermoon?

NASA menjelaskan bahwa Bulan Purnama Desember termasuk Supermoon terakhir dalam rangkaian tahun ini. Bulan menjadi Supermoon ketika posisinya berada sangat dekat dengan Bumi, atau disebut perigee. Posisi ini membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dibanding Bulan Purnama biasa.

Baca juga :   Wawako DR Alvia Santoni SE.MM Ucapkan Terima Kasih Kepada Gubernur Jambi

Selain itu, kedekatan Bulan dengan Bumi meningkatkan pasang surut di laut, fenomena yang disebut pasang surut perigean atau pasang surut raja, terutama di sepanjang pantai, meski efeknya relatif kecil.

Supermoon Cold Moon pada 5 Desember 2025 menawarkan pemandangan menakjubkan. Bulan terlihat lebih besar, lebih terang, dan menandai malam terpanjang serta musim dingin yang semakin mendekat.

Menariknya, Supermoon ini muncul tepat sebelum puncak hujan meteor Geminid pada 13–14 Desember. Kondisi langit yang gelap karena Bulan baru saja purnama memungkinkan pengamat menyaksikan pertunjukan bintang jatuh yang memukau dengan jelas.

(VVR*)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Antarmuka iOS 26.2 Beta 3 menampilkan peningkatan AirDrop dan desain Liquid Glass terbaru.

Teknologi

iOS 26.2 Beta 3 Hadir Dengan Peningkatan Besar
Pejabat Komdigi memaparkan rencana lelang frekuensi 2,6 GHz untuk percepatan jaringan 5G.

Teknologi

Lelang Frekuensi 2,6 GHz Percepat Jaringan 5G Nasional
Gedung PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Jakarta, menandai investasi Rp1,2 triliun untuk PLTA Kerinci Merangin.

Teknologi

PT Bukaka Suntik Modal Rp1,2 Triliun Perkuat PLTA KMH
Pemain Roblox menukarkan kode The Forge untuk mendapatkan hadiah

Teknologi

Kode The Forge Roblox Terbaru Desember 2025
Gelombang raksasa atau rogue waves menerjang laut lepas dengan ketinggian ekstrem.

Teknologi

Ilmuwan Ungkap Asal Usul Gelombang Raksasa Laut
Antena Starlink berwarna putih terpasang di atas permukaan beton.

Teknologi

Starlink Gratiskan Layanan Internet bagi Korban Banjir Sumatra

Teknologi

Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia
Logo YouTube dan ilustrasi remaja menggunakan ponsel dengan tampilan fitur Mental Health Shelf di layar.

Teknologi

YouTube Perkuat Fitur Kesehatan Mental untuk Remaja