Jakarta, iNBrita.com – Cold Moon Pada 5 Desember 2025, Bulan akan memasuki fase Purnama yang disebut Cold Moon. Fenomena ini menjadi lebih istimewa karena Bulan akan muncul sebagai Supermoon, yang menutup rangkaian tiga Supermoon berturut-turut di akhir tahun.
Laporan Almanac menyebutkan bahwa Bulan Purnama Cold Moon akan mencapai puncaknya pada 5 Desember. Pengamat bisa mulai menikmati keindahannya segera setelah Bulan terbit. Saat Bulan mendekati cakrawala, ia akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya, memberikan pemandangan yang spektakuler bagi siapa pun yang menatap langit malam.
Mengapa Disebut Cold Moon?
Tradisi penamaan Bulan Purnama, termasuk Cold Moon untuk Desember, berkembang dari kebiasaan suku asli Amerika, kolonial, dan masyarakat Eropa yang telah berlangsung berabad-abad. Suku Mohawk memberi nama Cold Moon karena fase ini menandai musim dingin yang paling dingin dalam setahun.
Selain itu, suku Mohican menamai Bulan ini sebagai Long Night Moon, karena Bulan muncul pada malam-malam terpanjang dalam setahun, mendekati solstis musim dingin, dan tetap terlihat lama di cakrawala. Di Eropa, para penganut pagan kuno menyebutnya “Bulan Sebelum Yule”, untuk merayakan festival Yuletide yang menghormati kembalinya matahari.
Mengapa Termasuk Supermoon?
NASA menjelaskan bahwa Bulan Purnama Desember termasuk Supermoon terakhir dalam rangkaian tahun ini. Bulan menjadi Supermoon ketika posisinya berada sangat dekat dengan Bumi, atau disebut perigee. Posisi ini membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dibanding Bulan Purnama biasa.
Selain itu, kedekatan Bulan dengan Bumi meningkatkan pasang surut di laut, fenomena yang disebut pasang surut perigean atau pasang surut raja, terutama di sepanjang pantai, meski efeknya relatif kecil.
Supermoon Cold Moon pada 5 Desember 2025 menawarkan pemandangan menakjubkan. Bulan terlihat lebih besar, lebih terang, dan menandai malam terpanjang serta musim dingin yang semakin mendekat.
Menariknya, Supermoon ini muncul tepat sebelum puncak hujan meteor Geminid pada 13–14 Desember. Kondisi langit yang gelap karena Bulan baru saja purnama memungkinkan pengamat menyaksikan pertunjukan bintang jatuh yang memukau dengan jelas.
(VVR*)














