Home / Internasional

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:00 WIB

Gedung Putih: Iran Batalkan Eksekusi 800 Pengunjuk Rasa

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt (Foto: Chip Somodevilla/Getty Images)

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt (Foto: Chip Somodevilla/Getty Images)

Jakarta, iNBrita.com  – Gedung Putih mengumumkan bahwa otoritas Iran membatalkan 800 eksekusi mati terhadap demonstran di tengah gelombang protes. Keputusan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Iran secara diplomatik. Selain itu, Gedung Putih menegaskan bahwa tekanan internasional memainkan peran penting dalam keputusan Iran. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan pengumuman tersebut pada Kamis (15/1), dilaporkan AFP pada Jumat (16/1/2026).

Leavitt mengatakan, “Presiden diberitahu hari ini bahwa 800 eksekusi yang dijadwalkan kemarin telah dihentikan.” Ia menambahkan bahwa Trump tetap dapat mengambil tindakan militer jika pemerintah Iran terus melakukan kekerasan. Oleh karena itu, semua opsi tetap terbuka. Ia juga menekankan bahwa Trump memperingatkan Teheran tentang konsekuensi serius bila mereka kembali menindas demonstran.

Baca juga :   Guardiola Masih di Man City karena Prestasi Tim Luar Biasa

Iran Bantah Rencana Eksekusi

Sementara itu, pemerintah Iran membantah klaim adanya rencana eksekusi terhadap pengunjuk rasa. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada Fox News bahwa pemerintah tidak akan menggantung pengunjuk rasa, baik hari ini maupun besok. Ia menegaskan, “Saya bisa katakan dengan yakin, kami tidak berencana melakukan hukuman gantung sama sekali.”

Araghchi menambahkan bahwa pemerintah mengendalikan situasi penuh di Iran. Ia menilai kerusuhan itu sebagai operasi terorisme berskala besar. Selain itu, pejabat Iran menuding Amerika Serikat dan Israel mendukung kerusuhan, yang mereka sebut sebagai intervensi asing terhadap negara mereka.

Baca juga :   Indonesia Kirim 13 Wakil ke All England 2026

Gelombang Protes dan Tekanan Internasional

Warga Iran memulai gelombang protes sejak akhir bulan lalu karena memburuknya kondisi ekonomi dan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah. Tekanan internasional, termasuk ancaman sanksi dan retorika keras dari Washington, mendorong pemerintah Iran menunda eksekusi. Akibatnya, keputusan itu menarik perhatian luas karena banyak pihak menilai eksekusi terhadap demonstran melanggar hak asasi manusia.

Gedung Putih menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus memantau situasi di Iran. Selain itu, Washington akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah pemerintah menggunakan kekerasan terhadap warganya.

(tim)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Timnas Jepang U-23 juara Piala Asia U-23 2026

Internasional

Jepang Juara Piala Asia U-23 2026
Pemain AS Monaco mengangkat tangan dengan ekspresi haru di lapangan.

Internasional

Paul Pogba Tampil Lagi Usai Sanksi Panjang
Emas batangan Antam berada di atas lembaran uang rupiah.

Internasional

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Cukup Tajam
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri bertanding melawan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di Indonesia Masters 2026.

Internasional

Fajar/Fikri vs Raymond/Joaquin: Duel Ganda Putra
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam perkenalan Dewan Perdamaian Gaza bersama Presiden AS Donald Trump di Davos.

Internasional

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian Gaza
Ilustrasi fenomena gerhana matahari cincin dengan cincin api di tepi Matahari

Internasional

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC.

Internasional

Donald Trump Umumkan Operasi Militer Besar ke Iran
Ilustrasi kenaikan harga plastik akibat perang Timur Tengah.

Internasional

Perang Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Plastik