iNBrita.com — Bloomberg Technoz melaporkan bahwa harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan terbaru setelah sebelumnya melemah selama beberapa hari. Kenaikan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan dalam waktu singkat.Harga Emas Dunia Naik Setelah Tekanan Beruntun
Pada Selasa (24/3/2026), pelaku pasar mendorong harga emas di pasar spot hingga ditutup di level US$ 4.500,6 per troy ons. Angka ini naik 2,1% dibandingkan hari sebelumnya. Para investor mulai kembali masuk ke pasar emas setelah melihat harga yang sempat jatuh dalam beberapa hari terakhir.
Aksi Buru Murah Dorong Pemulihan
Sebelumnya, harga emas mengalami koreksi selama empat hari berturut-turut. Dalam periode tersebut, harga turun hampir 12%. Bahkan, sejak 11 Maret hingga 23 Maret, harga emas sudah merosot sekitar 15,05%. Kondisi ini membuat banyak investor menilai emas berada di level yang relatif murah, sehingga mereka langsung melakukan aksi beli atau bargain hunting untuk memanfaatkan peluang.
Sentimen Global Angkat Harga
Selain faktor teknikal, sentimen global juga ikut mengangkat harga emas. Laporan dari media Israel menyebutkan bahwa Amerika Serikat membuka peluang negosiasi dengan Iran. Harapan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah membuat pasar menjadi lebih optimistis.
Nicky Shiels, Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, menegaskan bahwa laporan terkait potensi gencatan senjata membuat pasar kembali bergairah. Sentimen ini juga menekan harga minyak dunia.
Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya
Harga minyak jenis Brent dan Light Sweet tercatat turun sekitar 4%. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi bahwa stabilitas kawasan Teluk akan meredam tekanan inflasi global. Jika inflasi terkendali, bank sentral berpeluang menurunkan suku bunga.
Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap (non-yielding asset). Investor cenderung beralih ke emas untuk menjaga nilai aset mereka.
Analisis Teknikal: Tekanan Masih Terlihat
Secara teknikal, indikator menunjukkan tren emas masih berada di zona bearish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35, yang menandakan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, Stochastic RSI di level 26 menunjukkan sinyal jual yang cukup kuat.
Untuk perdagangan Rabu (25/3/2026), analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah. Level support terdekat berada di kisaran US$ 4.998 per troy ons. Jika harga menembus level ini, penurunan bisa berlanjut ke rentang US$ 4.972 hingga US$ 4.820.
Peluang Kenaikan dan Level Resistensi
Namun, jika harga kembali menguat, level US$ 4.596 akan menjadi area resistensi penting. Jika harga mampu menembusnya, maka potensi kenaikan terbuka menuju kisaran US$ 4.626 hingga US$ 4.800. Target kenaikan paling optimistis berada di sekitar US$ 5.096 per troy ons.
(VVR*)














