Jakarta, iNBrita,com – Rajab menjadi salah satu bulan yang sangat istimewa dalam Islam karena Allah SWT memasukkannya ke dalam empat bulan haram yang dimuliakan. Oleh karena itu, pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sebagai wujud ketaatan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain ibadah wajib, umat Islam juga dapat menghidupkan bulan Rajab dengan berbagai amalan sunnah. Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini termasuk ibadah sunnah rutin yang umat Islam laksanakan pada hari-hari tertentu setiap bulan Hijriah. Dengan demikian, tidak sedikit umat Islam yang ingin mengetahui jadwal pelaksanaannya di bulan Rajab serta bacaan niat puasa yang benar.
Waktu Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab
Pada dasarnya, puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang umat Islam kerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Pada waktu tersebut, bulan berada pada fase purnama sehingga memancarkan cahaya paling terang.
Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan melalui riwayat Abu Dzar RA. Beliau bersabda:
“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh tanggal 13, 14, dan 15.”
(HR Ahmad dan At-Tirmidzi)
Selanjutnya, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025–2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, awal bulan Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Oleh sebab itu, puasa Ayyamul Bidh Rajab pada tahun 2026 jatuh pada tanggal berikut:
Jumat, 2 Januari 2026: 13 Rajab 1447 H
Sabtu, 3 Januari 2026: 14 Rajab 1447 H
Minggu, 4 Januari 2026: 15 Rajab 1447 H
Namun demikian, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan awal bulan Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Berdasarkan perhitungan tersebut, puasa Ayyamul Bidh versi NU berlangsung pada:
Sabtu, 3 Januari 2026: 13 Rajab 1447 H
Minggu, 4 Januari 2026: 14 Rajab 1447 H
Senin, 5 Januari 2026: 15 Rajab 1447 H
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab
Dalam pelaksanaannya, puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab menggunakan lafal niat yang sama seperti pada bulan-bulan Hijriah lainnya. Dengan kata lain, umat Islam tidak perlu menambahkan atau mengubah redaksi niat secara khusus.
Adapun bacaan niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta‘ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh
Secara umum, umat Islam melaksanakan puasa Ayyamul Bidh sebagaimana puasa pada umumnya. Pertama, mereka membaca niat puasa dan dianjurkan untuk makan sahur. Selanjutnya, sepanjang hari mereka menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa hingga waktu berbuka tiba.
Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan untuk mengisi waktu puasa dengan memperbanyak amal kebaikan. Misalnya, mereka dapat memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah kepada sesama.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Selain mudah dilaksanakan, puasa Ayyamul Bidh juga menyimpan banyak keutamaan, baik dari sisi ibadah maupun manfaat lainnya.
1. Mendatangkan Pahala Seperti Puasa Setahun
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Beliau bersabda:
“Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.”
(HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Selain itu, Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash juga meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
“Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun.”
(HR Bukhari)
2. Menjadi Wasiat Rasulullah SAW kepada Para Sahabat
Lebih lanjut, Rasulullah SAW secara khusus mewasiatkan puasa tiga hari setiap bulan kepada para sahabatnya. Abu Darda RA menuturkan:
“Kekasihku Rasulullah SAW berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur.”
(HR Bukhari)
3. Menjadi Kebiasaan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari
Tidak hanya mewasiatkan, Rasulullah SAW juga senantiasa menjaga puasa Ayyamul Bidh, baik ketika berada di rumah maupun saat bepergian. Oleh karena itu, amalan ini menunjukkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memberikan Manfaat bagi Kesehatan Tubuh
Selain bernilai ibadah, puasa Ayyamul Bidh juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Puasa membantu tubuh beristirahat dari proses pencernaan yang terus-menerus serta membantu mengatur kembali pola asupan makanan.
Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menghadirkan manfaat kesehatan sebagai bentuk kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya.
Wallahu a‘lam. (Ven*)













