Jakarta, iNBrita.com – Di India, berdiri sebuah bangunan unik yang banyak orang sebut sebagai masjid terkecil di dunia. Bangunan itu bernama Masjid Mir Mahmood Shah. Meski berukuran sangat kecil, masjid ini menyimpan sejarah panjang serta arsitektur yang memikat.
Masyarakat luas mengenal Masjid Mir Mahmood Shah dengan sebutan Masjid Jin. Julukan ini muncul karena lokasinya yang terpencil serta berbagai cerita mistis tentang jin yang berkembang di sekitarnya. Masjid tersebut berada di Hyderabad, sebuah kota di negara bagian Telangana.
Memiliki Ukuran Sangat Kecil
Keunikan utama masjid ini terletak pada dimensinya. Tidak seperti masjid pada umumnya yang memiliki ruang luas, Masjid Mir Mahmood Shah berdiri dengan ukuran yang sangat terbatas.
Sejarawan yang dikutip The New Indian Express menyebut masjid ini bahkan lebih kecil dibanding masjid di Bhopal, Madhya Pradesh, yang juga pernah disebut sebagai masjid terkecil di dunia.
Dr. Mohammed Shafiullah dari Deccan Heritage Trust menjelaskan bahwa masjid ini hanya berukuran 9,2 x 12,2 kaki atau sekitar 110 kaki persegi (10 meter persegi). Karena ukurannya yang mungil, masjid ini hanya mampu menampung lima orang untuk salat berjamaah.
Dibangun oleh Sufi Asal Irak
Masjid Mir Mahmood Shah berdiri di lokasi yang tersembunyi namun strategis. Bangunan ini berada di sebuah bukit bernama Mir Mahmood ki Pahadi dan menghadap langsung ke Mir Alam Tank.
Di dalam kompleks masjid, terdapat sebuah dargah yang Mir Mahmood bangun. Mir Mahmood merupakan seorang sufi yang berasal dari Irak dan bermigrasi ke India pada masa pemerintahan Abdullah Qutb Shah, penguasa ketujuh Kerajaan Golconda.
Masjid ini menampilkan ciri khas arsitektur Qutb Shahi, seperti menara dan lengkungan besar. Di bawah bangunan utama, terdapat ruang terbuka kecil yang jamaah gunakan untuk berdoa.
Kondisi Bangunan Kini Memprihatinkan
Saat ini, kondisi masjid bersejarah tersebut semakin memprihatinkan. Laporan dari Vaasahama Consultants menyebut usia bangunan Qutb Shahi yang telah ratusan tahun menyebabkan banyak bagian mengalami kerusakan.
Sebagian besar prasasti, ukiran jali, dan ornamen plester di dargah telah hilang akibat lapisan cat dan proses perbaikan yang berulang. Meski begitu, sisa-sisa ornamen yang masih bertahan menunjukkan bahwa makam tersebut dulunya merupakan karya seni bernilai tinggi. Di dalam kubah, terdapat sebuah kotak yang menyimpan beberapa relik berharga dan jarang dibuka.
Selain itu, lapisan kapur di langit-langit masjid mulai mengelupas karena faktor usia. Akses menuju masjid juga menyulitkan pengunjung. Jalan setapak dipenuhi bebatuan lepas, sementara tangga menuju puncak bukit tidak dilengkapi pegangan pengaman sama sekali.
(Tim*)













