Jakarta, iNBrita.com — PT Kia Sales Indonesia (KSI) masih mengkaji harga jual mobil listrik terbarunya, Carens EV, menjelang peluncuran resmi di Indonesia. Kia membuka peluang untuk menaikkan atau menurunkan harga dari estimasi awal yang sebelumnya berada di kisaran Rp382 juta hingga Rp432 juta untuk wilayah Jakarta.
VP Operation KSI Harry Yanto mengatakan perusahaan masih menyempurnakan perhitungan harga agar sesuai dengan fitur, kualitas produk, dan daya beli konsumen. Kia ingin menawarkan harga yang kompetitif tanpa mengurangi nilai produk bagi pelanggan.
“Berubah mungkin ada peluang seperti itu, ya. Tapi tentunya kita berusaha memberikan harga yang terbaik untuk customer dengan apa yang kita tawarkan dari sisi produknya. Bisa jadi mungkin sedikit naik ataupun sedikit turun. Jadi kita berusaha nih fine-tuning lagi,” ujar Harry di Jakarta, Rabu (28/10).
Jika mengacu pada estimasi awal, Carens EV menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan BYD M6. Saat ini, BYD memasarkan M6 Standard seharga Rp395 juta, M6 Superior Rp435 juta, dan M6 Superior Captain Rp445 juta. Seluruh harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta.
Harry menegaskan Kia tidak menetapkan harga Carens EV untuk menjegal pesaing. Perusahaan justru mempelajari nilai pasar, fitur kendaraan, dan kemampuan konsumen membayar sebelum menentukan harga jual.
“Sebenarnya tidak ada istilah menjegal. Cuma kita berusaha, jadi pada waktu kita menentukan harga, kita melihat dari sisi, kita lakukan analisa mengenai market value. Dari fitur-fitur yang ditawarkan itu, kira-kira customer mau bayar berapa, sih? Kita lakukan riset seperti itu,” kata Harry.
Bidik Pasar MPV Listrik Tujuh Penumpang
Kia mengembangkan Carens EV untuk mengisi segmen MPV medium atau MPV kelas menengah. Mobil ini menyasar konsumen yang membutuhkan kabin lapang, kenyamanan, dan kapasitas tujuh penumpang dalam satu kendaraan listrik.
Harry menilai segmen tersebut masih memiliki ruang untuk berkembang di Indonesia. Menurutnya, pilihan MPV listrik murni berukuran menengah dengan kapasitas tujuh penumpang masih terbatas.
Karena itu, Kia mempelajari rentang harga MPV medium yang menggunakan dimensi bodi serupa sebelum menentukan posisi Carens EV di pasar Indonesia.
“Strategi kita memang kita melihat, menyesuaikan, kita melihat di Indonesia itu MPV medium yang menggunakan body yang sama itu ada di segmen harga mana. Kita berusaha masuk ke segmen itu. Di mana mungkin saat ini yang baru ada adalah MPV medium yang menggunakan baterai listrik sepenuhnya adalah BYD M6,” tuturnya.
Insentif Pemerintah Dukung Harga Kompetitif
Kia juga memanfaatkan dukungan pemerintah untuk menjaga harga Carens EV tetap menarik. Insentif berupa bea masuk 0 persen dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk kendaraan listrik rakitan lokal menjadi salah satu faktor yang mendukung strategi harga tersebut.
Harry menjelaskan insentif itu membantu perusahaan menawarkan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia.
“Tentunya harga ini bisa didapatkan meskipun tadi saya bilang ini MPV medium karena adanya keringanan dari pemerintah, insentif kan, yang memberikan import duty-nya 0 persen dan PPnBM-nya juga 0 persen. Jadi makanya harganya pun kita coba setting di angka yang menarik,” jelasnya.
Meski begitu, konsumen masih perlu menunggu pengumuman resmi dari Kia untuk mengetahui harga final Carens EV. Perusahaan masih melakukan penyesuaian sebelum menetapkan harga jual mobil listrik tersebut.
(vvr*)








