Home / Kesehatan

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:00 WIB

Urine Pekat Saat Puasa, Bahayakah untuk Ginjal?

Perubahan warna urine menjadi lebih gelap saat puasa umumnya terjadi karena tubuh kekurangan cairan.

Perubahan warna urine menjadi lebih gelap saat puasa umumnya terjadi karena tubuh kekurangan cairan.

Jakarta, iNBrita.com — Saat berpuasa, banyak orang menyadari warna urine mereka menjadi lebih gelap atau pekat. Perubahan ini sering menimbulkan kekhawatiran karena orang kerap mengaitkannya dengan penyakit ginjal. Namun, benarkah urine pekat saat puasa selalu menandakan gangguan ginjal?

Selama puasa, tubuh tidak menerima asupan cairan selama belasan jam. Jika seseorang tidak mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan. Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah warna urine yang berubah menjadi lebih gelap dari biasanya.

Menurut laporan Healthline, pada awal puasa tubuh melepaskan lebih banyak air dan garam melalui urine. Proses ini dikenal sebagai diuresis alami saat puasa. Jika seseorang tidak segera mengganti cairan yang hilang, tubuh akan mengalami dehidrasi.

Seseorang dapat memantau kondisi hidrasi dengan melihat warna urine. Idealnya, urine berwarna kuning pucat seperti limun encer. Jika warnanya berubah menjadi kuning tua atau lebih gelap, tubuh kemungkinan kekurangan cairan.

Dehidrasi tidak hanya membuat urine menjadi pekat. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sakit kepala, tubuh terasa lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Apakah urine pekat menandakan penyakit ginjal?

Menurut EMC Healthcare, urine pekat tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Pada orang yang sehat, kondisi ini biasanya hanya menandakan kurang minum. Setelah seseorang memenuhi kebutuhan cairannya, warna urine biasanya kembali jernih.

Namun, puasa memang dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal. Dehidrasi dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko terbentuknya batu ginjal akibat urine yang terlalu pekat juga dapat meningkat.

Seseorang perlu waspada jika urine pekat muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti nyeri pinggang hebat, mual, muntah, pembengkakan pada tubuh, atau produksi urine yang sangat sedikit.

Keton dalam urine saat puasa

Puasa juga dapat memicu munculnya keton dalam urine. Menurut Cleveland Clinic, tubuh memproduksi keton saat menggunakan lemak sebagai sumber energi pengganti glukosa. Dalam jumlah kecil, kemunculan keton dalam urine masih tergolong normal, terutama saat seseorang berpuasa atau menjalani pola makan rendah karbohidrat.

Namun, kadar keton yang tinggi dapat membahayakan, terutama bagi penderita diabetes. Kondisi ini dapat memicu ketoasidosis diabetik, yaitu komplikasi serius akibat penumpukan keton dalam tubuh.

Tenaga medis biasanya mengelompokkan kadar keton dalam urine menjadi kategori kecil, sedang, atau besar. Jika hasil menunjukkan kadar tinggi, terutama disertai gejala seperti mual, napas berbau manis, atau kadar gula darah meningkat, seseorang perlu segera mencari pertolongan medis.

Cara menjaga ginjal tetap sehat saat puasa

Seseorang dapat menjaga kesehatan ginjal selama puasa dengan melakukan beberapa langkah berikut:

  • Mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur

  • Mengurangi konsumsi garam berlebihan

  • Tidak mengonsumsi protein tinggi secara berlebihan

  • Membatasi minuman berkafein

  • Mengonsumsi buah dan sayur untuk membantu menjaga keseimbangan cairan

Secara umum, urine pekat saat puasa lebih sering terjadi karena dehidrasi ringan, bukan karena penyakit ginjal. Namun, setiap orang tetap perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa dan mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan medis.

Dengan menjaga asupan cairan dan menerapkan pola makan seimbang, seseorang dapat menjalani puasa dengan lancar tanpa mengganggu kesehatan ginjal.

(VVR*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi perawatan kulit agar tetap lembap selama puasa Ramadan

Kesehatan

Tips Jaga Kulit Lembap dan Glowing Saat Puasa
Remaja sedang melihat layar ponsel dengan tampilan media sosial terbuka.

Kesehatan

Risiko Scrolling Berlebih pada Remaja Menurut Psikolog
Bupati Kerinci Monadi berbicara dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Kesehatan

Monadi Pastikan Pembangunan RSUD Tipe C Kerinci Dimulai 2026
Kepala BPOM Taruna Ikrar memberikan keterangan terkait temuan kopi ilegal

Kesehatan

BPOM Temukan Kopi Ilegal Mengandung Obat Berbahaya
Perbandingan daging kambing dan daging sapi segar di atas talenan kayu

Kesehatan

Daging Kambing vs Sapi Mana Lebih Sehat
Menu sarapan sehat rebusan ubi, telur, bayam, dan pisang

Kesehatan

Sarapan Sehat Gen Z Rebus Kukus Bergizi
Wanita muda berusia 24 tahun menjalani kemoterapi di rumah sakit setelah didiagnosis kanker usus besar stadium tiga.

Kesehatan

Waspadai Sumbatan Usus, Akibat Pola Makan Salah
Pria asal China tersenyum setelah mengaku batu ginjalnya keluar usai menaiki roller coaster di Universal Studio Osaka, Jepang.

Kesehatan

Naik Roller Coaster, Pria China Sembuh Batu Ginjal