BPOM Temukan Kopi Ilegal Mengandung Obat Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan penjelasan mengenai temuan kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan penjelasan mengenai temuan kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya.

Jakarta, iNBrita.comBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap peredaran kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius. BPOM menilai kandungan tersebut dapat merusak ginjal dan jantung jika konsumen mengonsumsinya tanpa pengawasan medis.

Produsen memasarkan kopi ilegal tersebut sebagai produk peningkat stamina dan vitalitas pria. Mereka memberi nama produk itu tan Kopi Jantan+++ dan menyebarkannya secara luas melalui jalur penjualan yang tidak resmi.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyatakan bahwa temuan ini membuktikan masih maraknya peredaran pangan olahan ilegal di masyarakat. Menurutnya, produsen sering kali memanfaatkan klaim berlebihan untuk menarik konsumen tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Baca Juga :  Serpihan Rudal di Al Barsha Tewaskan Warga Pakistan

“Produsen mempromosikan produk ini sebagai pangan dan mengklaim dapat meningkatkan kejantanan pria. Namun, hasil pengujian laboratorium BPOM menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung sildenafil sitrat,” ujar Taruna, seperti dikutip dari detikhealth.

Sildenafil sitrat merupakan obat keras yang biasa digunakan untuk menangani gangguan ereksi. Dokter hanya boleh meresepkan obat ini kepada pasien tertentu dengan dosis yang terukur dan di bawah pengawasan medis ketat. Penggunaan obat tersebut tanpa kontrol dapat memicu berbagai efek samping berbahaya.

Taruna menjelaskan bahwa konsumsi sildenafil sitrat secara sembarangan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, gangguan fungsi ginjal, gangguan jantung, hingga kematian. Risiko tersebut meningkat karena produk ilegal tidak mencantumkan dosis yang jelas.

Baca Juga :  Kondisi Putri Thailand Kritis Setelah Tiga Tahun Koma

“Ketiadaan standar dosis membuat konsumen tidak memiliki acuan batas aman konsumsi. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa berdampak fatal,” tegas Taruna.

BPOM mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang mengklaim manfaat berlebihan, terutama yang berkaitan dengan stamina atau kejantanan. BPOM juga meminta masyarakat hanya membeli produk yang memiliki izin edar resmi dan segera melaporkan temuan produk mencurigakan.

Melalui pengawasan dan edukasi berkelanjutan, BPOM berharap dapat melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat peredaran pangan ilegal yang mengandung bahan berbahaya.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Berita Terbaru

Ilustrasi game penghasil saldo GoPay.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair ke DANA, Begini Caranya

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:00 WIB

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB