Sungai Penuh, iNBrita.com —
Dt. Devanand Munir, Ninik Mamak Adat Dusun Empih, menggerakkan kembali kebangkitan budaya Singapai melalui penampilan Sanggar Negeri Sibobarajea pada ajang Milenial Juara Fest di Tugu 17 Kota Sungai Penuh, Sabtu (18/10) malam.
Ia memimpin para pemuda Dusun Empih untuk menampilkan kekayaan budaya dengan tema “Panahoah Singapai”. Para penampil membawakan atraksi Basike Gotong Royong, Pencak Silat, dan Tari Iyoiyo secara penuh semangat.
Penonton menyambut pertunjukan itu dengan tepuk tangan dan sorakan karena mereka menikmati keaslian budaya yang jarang hadir di ruang publik.
Selain itu, para muda-mudi menampilkan Tale Nuwoa dan Tale Jui. Kedua kesenian ini menyajikan pantun dan nyanyian yang menggambarkan nilai kehidupan masyarakat Singapai. Penonton larut dalam suasana haru karena makna setiap bait pantun menyentuh hati mereka.
“Setiap bait pantun mencerminkan nilai hidup masyarakat Singapai. Budaya harus kita hidupkan, bukan hanya kita pertunjukkan. Kami ingin anak muda memahami jati diri mereka melalui seni,” ujar Dt. Devanand Munir.
Ada juga atraksi Ambung Gilo untuk menambah semarak acara. Ia menyiapkan Ambung, alat angkut tradisional khas Kerinci, lalu menghidupkannya melalui ritual jampi. Ambung itu bergerak sendiri secara spontan dan membuat penonton terpukau.
Setelah pertunjukan, Dt. Devanand Munir menyampaikan rasa haru dan bangganya. Ia menilai sambutan masyarakat menunjukkan bahwa budaya Singapai masih hidup di hati warga. “Antusiasme masyarakat memberi energi besar untuk terus melestarikan warisan nenek moyang,” katanya penuh semangat.
Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Walaupun tidak dapat hadir karena tugas dinas, ia berjanji akan datang langsung ke Dusun Empih untuk menyaksikan kekayaan budaya Singapai.
Sebagai Ninik Mamak Adat Dusun Empih, Dt. Devanand Munir menetapkan langkah nyata untuk menjadikan Dusun Empih sebagai Kampung Budaya. (
Ia mengajak masyarakat, ninik mamak, dan generasi muda bersatu menjaga identitas adat. Ia juga mendorong riset dan dokumentasi agar budaya Singapai tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.
Ia merencanakan Pagelaran Budaya Singapai sekaligus Pengukuhan Ninik Mamak Adat Dusun Empih pada akhir November mendatang. Ia menegaskan bahwa acara itu akan berlangsung lebih besar dan bermakna karena menjadi wujud tanggung jawab budaya bagi masyarakat Dusun Empih.
Melalui semangat dan kerja kerasnya, Dt. Devanand Munir menyalakan kembali api budaya Singapai dan menginspirasi masyarakat Dusun Empih untuk bangga terhadap jati diri mereka.
“Kita bangga karena Dusun Empih kini tumbuh menjadi pusat kebangkitan budaya di Kota Sungai Penuh,” ujarnya menutup wawancara.
(ES*)














