UNICEF: 67 Anak Gaza Meninggal Saat Gencatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak ( Foto Pexels)

Ilustrasi anak ( Foto Pexels)

Jakarta, iNBrita.com – UNICEF melaporkan bahwa 67 anak Palestina tewas di Jalur Gaza sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat bulan lalu. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pelaksanaan gencatan senjata di wilayah tersebut.

Juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, mengatakan salah satu korban adalah seorang bayi perempuan yang meninggal setelah serangan udara Israel di Khan Younis pada Kamis (20/11/2025). Sehari sebelumnya, tujuh anak juga tewas akibat serangan baru di Gaza.

Baca Juga :  Kode The Forge Roblox Terbaru Desember 2025

Menurut data UNICEF dan laporan Al Jazeera, sejak perang dimulai pada Oktober 2023, sekitar 64.000 anak Palestina tewas atau terluka. Selain itu Save the Children juga mencatat ratusan anak mengalami disabilitas permanen setiap bulan. Gaza kini disebut sebagai wilayah dengan jumlah amputasi anak terbesar dalam sejarah modern.

Di tengah serangan, warga Gaza juga menghadapi krisis bantuan. Pembatasan masuknya makanan, obat-obatan, dan air bersih membuat banyak anak menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

Baca Juga :  FA Hukum Neto, Chelsea Kehilangan Pemain Sayap

MSF melaporkan meningkatnya jumlah perempuan dan anak yang mengalami luka tembak, patah tulang, dan cedera serius akibat serangan terbaru. Kesaksian warga menggambarkan situasi panik dan kehancuran di pemukiman padat.

Pires menegaskan bahwa tidak ada tempat aman bagi anak-anak di Gaza, terlebih saat musim dingin tiba dan banyak dari mereka tinggal di tenda tanpa perlindungan memadai.

(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB