Home / Kesehatan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 13:30 WIB

Jalan Kaki Sehat Jika Dilakukan Tanpa Henti Jika

Ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki terputus-putus kurang efektif; ritme yang tepat penting untuk manfaat maksimal tubuh. (Pexels/RDNE Stock project)

Ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki terputus-putus kurang efektif; ritme yang tepat penting untuk manfaat maksimal tubuh. (Pexels/RDNE Stock project)

Jakarta, iNBrita.com — Banyak orang mengira berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari, seperti naik tangga, mondar-mandir sebentar di kantor, atau berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, sudah cukup menjaga kebugaran. Namun, dr. Iwan Wahyu Utomo, dokter spesialis ilmu faal olahraga klinis, menegaskan bahwa jalan kaki yang terputus-putus tidak memberi manfaat optimal bagi tubuh.

Menurut dr. Iwan, tubuh memperoleh manfaat maksimal jika jalan kaki dilakukan secara dinamis, stabil, dan berkelanjutan. “Olahraga itu dinamis. Gerakan harus berlangsung terus-menerus tanpa berhenti,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (19/12/2025). Selain itu, tubuh membutuhkan waktu untuk masuk ke fase pembakaran energi dan adaptasi jantung. Jika seseorang berjalan sebentar, berhenti, lalu berjalan lagi, tubuh tidak bekerja maksimal. Oleh karena itu, idealnya orang berjalan minimal 30 menit tanpa henti.

Baca juga :   8 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Ginjal Anda”

Bagi yang sibuk, dr. Iwan menyarankan membagi jalan kaki menjadi dua sesi, misalnya pagi dan sore. Namun, setiap sesi harus tetap stabil dan tidak terlalu sering berhenti. Jalan kaki yang terputus-putus membuat tubuh sulit mencapai intensitas yang diperlukan untuk kebugaran jantung, pembakaran kalori, dan peningkatan daya tahan tubuh.

Rasa lelah ringan normal terjadi. Namun, orang harus segera berhenti jika muncul nyeri dada, pusing, atau sesak napas berlebihan. Dr. Iwan menekankan bahwa jalan kaki bukan hanya soal jumlah langkah. Ritme, konsistensi, dan kenyamanan gerakan jauh lebih penting.

Baca juga :   Bahaya Penyalahgunaan Gas Nitrous Oxide pada Whip Cream

Pemula bisa memulai dengan 10 menit per hari. Kemudian, mereka dapat meningkat menjadi 15, 20, dan akhirnya 30 menit. Dengan ritme yang tepat,  menjaga kesehatan jantung, memperbaiki metabolisme, mengurangi stres, meningkatkan energi, dan membentuk gaya hidup aktif yang realistis.

Dengan demikian, orang bisa memaksimalkan manfaat  setiap hari. Aktivitas ini tidak hanya sehat, tetapi juga menyenangkan dan mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

(eni)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

memegangi dada dengan wajah kesakitan, menggambarkan gejala heartburn atau refluks asam lambung setelah makan.

Kesehatan

Waspadai Heartburn Setelah Makan, Bisa Jadi Gejala Kanker
Air kelapa segar dalam gelas saat berbuka puasa Ramadan

Kesehatan

Manfaat Air Kelapa dan Waktu Terbaik Saat Ramadan
Awan gelap pekat menyelimuti langit Jakarta di atas deretan gedung pencakar langit.

Kesehatan

BMKG Peringatkan Sumatera Akibat Siklon Tropis Senyar
Bupati Kerinci Monadi berbicara dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Kesehatan

Monadi Pastikan Pembangunan RSUD Tipe C Kerinci Dimulai 2026

Kesehatan

Minuman Herbal Ampuh untuk Membersihkan Ginjal Anda
Seseorang menyikat gigi di depan cermin untuk menjaga tidak kuning kebersihan mulut

Kesehatan

Berbagai Penyebab Gigi Kuning Meski Rutin Menyikat
Hidangan Lebaran tinggi kalori seperti opor, rendang, dan kue kering di meja makan

Kesehatan

Kebiasaan Lebaran Picu Kenaikan Berat Badan Berlebihan
Layar ponsel menampilkan aplikasi media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube

Kesehatan

Brain Rot Mengintai Dewasa Akibat Video Pendek