Berbagai Penyebab Gigi Kuning Meski Rutin Menyikat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang membersihkan gigi dan mulutnya (ANTARA/Pexels/Sora Shimazaki)

Ilustrasi seseorang membersihkan gigi dan mulutnya (ANTARA/Pexels/Sora Shimazaki)

Jakarta , iNBrita.com  — Banyak orang rutin menyikat gigi setiap hari, tetapi tetap mengalami gigi kuning. Konsultan senior sekaligus dokter gigi asal Bengaluru, Dr. Shraddha Bahirwani, menjelaskan bahwa berbagai faktor memengaruhi perubahan warna gigi, bukan hanya kebersihan mulut.

Mengutip Hindustan Times, Selasa (7/4), ia menyebutkan bahwa faktor internal seperti genetika, penuaan, dan perkembangan gigi sejak dini turut menyebabkan perubahan warna. Di sisi lain, faktor eksternal seperti pola makan, kebiasaan merokok, dan konsumsi obat-obatan juga memperparah kondisi tersebut.

Ia menambahkan bahwa enamel gigi yang tipis dan transparan membuat dentin di bawahnya terlihat, sehingga gigi tampak kekuningan. Seiring bertambahnya usia, enamel semakin menipis dan membuat warna kuning semakin jelas.

Pola makan sehari-hari juga berperan besar. Konsumsi kopi, teh, soda, anggur, serta makanan berwarna pekat secara rutin dapat meninggalkan noda pada gigi.

Kebiasaan merokok atau menggunakan rokok elektrik turut memperburuk kondisi gigi. Nikotin dan tar dalam tembakau menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan noda membandel.

Selain itu, faktor lingkungan seperti penggunaan air dengan kadar fluorida tinggi saat masa pertumbuhan juga dapat memicu perubahan warna gigi dari dalam. Konsumsi obat tertentu, seperti antibiotik tetrasiklin dan suplemen zat besi, juga berkontribusi terhadap penguningan gigi.

Untuk mengatasi masalah ini, dokter menyarankan pembersihan dan pemutihan gigi secara profesional. Pada kasus yang lebih kompleks, dokter dapat merekomendasikan tindakan kosmetik seperti veneer, laminasi, atau pemasangan mahkota gigi.

Meski begitu, setiap orang tetap perlu melakukan pencegahan. Menyikat gigi dua kali sehari, rutin memeriksakan gigi ke dokter, berkumur setelah makan, menjaga asupan cairan, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman penyebab noda dapat membantu menjaga warna gigi tetap bersih dan sehat.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

SUNGAI PENUH

Azhar Hamzah Ajak Warga Hidup Sehat Saat HUT Sungai Penuh

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:00 WIB

Pergerakan rupiah menghadapi tekanan dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan.(Foto: Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.320

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melepas ratusan peserta Juara Run 2.0 dalam rangka HUT ke-18 Kota Sungai Penuh.(Foto : Diskominfosta Sungai Penuh

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Lepas 500 Peserta Juara Run 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB

Harga emas batangan Antam turun menjadi Rp 2.526.000 per gram pada Sabtu, 31 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Turun Tajam Akhir Pekan

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:00 WIB