Home / Internasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:00 WIB

Alex Pretti, Perawat ICU Tewas Ditembak Agen Imigrasi

Warga dan kerabat menyalakan lilin di tugu peringatan sementara dekat lokasi Alex Pretti, perawat ICU yang tewas ditembak petugas imigrasi AS di Minneapolis.

Warga dan kerabat menyalakan lilin di tugu peringatan sementara dekat lokasi Alex Pretti, perawat ICU yang tewas ditembak petugas imigrasi AS di Minneapolis.

Jakarta, iNBrita.com — Pertama-tama, keluarga mengidentifikasi pria yang tewas ditembak petugas imigrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, sebagai Alex Pretti. Pretti berusia 37 tahun dan bekerja sebagai perawat ICU di Rumah Sakit Veteran Affairs Minneapolis.

Selain itu, orang-orang terdekat mengenalnya sebagai sosok aktif, ramah, dan pecinta alam. Ia gemar bersepeda gunung serta sering menghabiskan waktu di luar ruangan bersama anjing kesayangannya, Joule, yang meninggal sekitar setahun lalu.

Awal Keterlibatan dalam Aksi Protes

Selanjutnya, Pretti mulai ikut aksi protes setelah Renee Good (37) tewas ditembak petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di dalam mobilnya pada awal Januari 2026. Sejak saat itu, ia turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan imigrasi pemerintah AS.

Versi Resmi Pemerintah Dipertanyakan

Namun demikian, keterangan resmi pemerintah menuai pertanyaan. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan seorang petugas melepaskan tembakan untuk membela diri. Mereka menuduh Pretti membawa senjata api dan melawan saat petugas berusaha melucuti senjatanya.

Sebaliknya, keluarga, sejumlah saksi mata, dan beberapa pejabat membantah klaim tersebut. Bahkan, berbagai video yang beredar tidak menunjukkan bukti bahwa Pretti mengancam petugas atau menggunakan senjata apa pun.

Kekecewaan terhadap Kebijakan Pemerintah

Di sisi lain, keluarga mengatakan Pretti kecewa terhadap kebijakan keras Presiden AS Donald Trump terkait imigrasi di Minneapolis. Tak hanya itu, ia juga vokal menentang pencabutan aturan perlindungan lingkungan.

Baca juga :   Kemlu Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

“Dia membenci ketika orang-orang merusak alam tanpa tanggung jawab,” ujar ibunya, Susan Pretti, kepada Associated Press.
“Dia mencintai negara ini, tetapi membenci apa yang dilakukan orang-orang terhadapnya.”

Dukacita dari Keluarga dan Warga

Sementara itu, ungkapan duka mengalir dari warga dan kerabat. Mereka meletakkan bunga dan pesan belasungkawa di depan rumah Pretti serta di lokasi penembakan.

Lebih lanjut, adik perempuannya, Micayla Pretti, menyebut Alex sebagai “pahlawanku”.
“Ia hanya ingin menolong siapa pun,” tulis Micayla.
“Melalui pekerjaannya dan kepeduliannya pada penelitian kanker, ia telah menyentuh banyak kehidupan.”

Tanggapan Pejabat Negara Bagian

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur Minnesota Tim Walz menggambarkan Pretti sebagai pekerja berdedikasi yang merawat para veteran. Menurutnya, Pretti juga menggunakan hak Amandemen Pertama secara damai saat ikut aksi protes.

Tidak Memiliki Rekam Kriminal

Lebih jauh, keluarga menegaskan Pretti tidak pernah berurusan dengan hukum, kecuali beberapa tilang lalu lintas. Sejalan dengan itu, catatan pengadilan menunjukkan ia tidak memiliki rekam kriminal.

Sebelumnya, orang tua Pretti juga sempat mengingatkan putranya agar berhati-hati saat mengikuti demonstrasi.
“Kami bilang boleh ikut demo, tetapi jangan bertindak bodoh,” kata ayahnya, Michael Pretti.

Soal Kepemilikan Senjata

Adapun terkait senjata, keluarga mengonfirmasi Pretti memiliki pistol dan izin resmi membawa senjata di Minnesota. Meski demikian, mereka tidak mengetahui apakah ia membawa senjata tersebut pada hari kejadian.

Baca juga :   Ketua DPRD Lendra Wijaya :Isi Kemerdekaan Dengan Nilai Kongkrit Untuk Kemajuan

Sementara itu, Kepala Polisi Minneapolis Brian O’Hara menyebut Pretti tercatat sebagai pemilik senjata api yang sah.

Bantahan atas Tuduhan Terorisme

Setelah itu, keluarga mengecam narasi yang melabeli Pretti sebagai teroris domestik. Mereka menilai, tuduhan tersebut sebagai kebohongan yang menyakitkan dan tidak berdasar.

“Tolong ungkapkan kebenaran tentang putra kami. Dia orang baik,” tulis keluarga dalam pernyataan resmi.

Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi

Sebagai informasi, Pretti lahir di Illinois dan besar di Green Bay, Wisconsin. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai olahraga, menjadi anggota pramuka, dan bernyanyi di Paduan Suara Anak Laki-Laki Green Bay.

Kemudian, ia lulus dari Universitas Minnesota pada 2011, sempat bekerja sebagai peneliti, lalu kembali menempuh pendidikan untuk menjadi perawat terdaftar.

Kenangan dari Rekan dan Tetangga

Di tengah duka, rekan kerjanya, Dr. Dmitri Drekonja, mengenang Pretti sebagai pribadi hangat dan menyenangkan.
“Melihat dia dilabeli teroris itu sangat menyakitkan,” katanya.

Akhirnya, para tetangga juga menggambarkan Pretti sebagai sosok pendiam dan berhati tulus.
“Saya tidak pernah membayangkan dia membawa senjata,” ujar Sue Gitar.

Hingga kini, warga terus berdatangan ke tugu peringatan sementara di lokasi penembakan untuk mengenang Alex Pretti.

(Tim*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Personel militer Nigeria berpatroli di area serangan militan.

Internasional

Puluhan Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria
Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema saat berlaga di Saudi Pro League

Internasional

Ronaldo dan Benzema Guncang Saudi Pro League
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela menjelaskan alasan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.

Internasional

Kemlu Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Pemandangan hutan hujan tropis Sumatera yang terancam kerusakan.

Internasional

Hutan Sumatera Terancam Serius Akibat Ulah Manusia
Halaman error Cloudflare menampilkan pesan internal server error saat layanan bermasalah.

Internasional

Gangguan Cloudflare Lumpuhkan Sejumlah Layanan Internet Global
Salju menutupi pegunungan di Tabuk, Arab Saudi

Internasional

Salju turun menutupi pegunungan utara Arab Saudi
Menlu Sugiono menyampaikan perintah evakuasi WNI dari Iran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Internasional

Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi WNI dari Iran
Yvonne Mewengkang berbicara kepada media setelah kegiatan Walk for Palestine di Jakarta.

Internasional

KJRI Percepat Pemulangan WNI Korban Kebakaran Hong Kong