Hutan Sumatera Terancam Serius Akibat Ulah Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hutan Hujan Tropis Sumatera yang diakui UNESCO kini menghadapi ancaman besar akibat penebangan liar dan perambahan.

Hutan Hujan Tropis Sumatera yang diakui UNESCO kini menghadapi ancaman besar akibat penebangan liar dan perambahan.

Jakarta, iNBrita.com – UNESCO mengakui Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai Warisan Dunia sejak 2004. Namun, maraknya penebangan liar, perambahan lahan, dan pembangunan infrastruktur membuat kawasan ini berstatus “dalam bahaya” sejak 2011.

Dalam situs resminya yang diakses detikcom, Jumat (28/11/2025), UNESCO menjelaskan bahwa Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (TRHS) mencakup tiga taman nasional: Gunung Leuser (TNGL), Kerinci Seblat (TNKS), dan Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Total luasnya mencapai 2.595.124 hektare, membentang dari Aceh hingga Lampung dan menjadi salah satu kawasan konservasi terbesar di Asia Tenggara.

Kekayaan Hayati yang Luar Biasa

Para peneliti memperkirakan hutan Sumatera menyimpan 10.000 spesies tumbuhan, termasuk 17 genus endemik. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 201 spesies mamalia dan sekitar 580 spesies burung. Dari jumlah tersebut, 22 mamalia bersifat endemik Sundaland dan 15 lainnya terbatas hanya di Indonesia—termasuk orangutan Sumatera.

Harimau Sumatera, gajah, badak, dan beruang madu Malaya juga menjadikan hutan ini habitat utama mereka.

UNESCO menyoroti keindahan lanskap Sumatera. Gunung Kerinci (3.805 mdpl) sebagai gunung api tertinggi di Indonesia memiliki Danau Gunung Tujuh, danau tertinggi di Asia Tenggara. Kawasan ini juga menyimpan danau vulkanik, gua, air terjun, hingga bentang alam curam yang menambah nilai konservasi.

TRHS menyediakan habitat alami bagi ribuan spesies yang membutuhkan wilayah jelajah luas. Selain itu, kawasan ini berfungsi sebagai laboratorium hidup, lengkap dengan pusat penelitian penting seperti Way Canguk, Ketambe, dan Suaq Belimbing.

Ancaman Serius Akibat Ulah Manusia

Meski berstatus warisan dunia, hutan Sumatera tidak otomatis aman. UNESCO menempatkan kawasan ini dalam daftar “In Danger” sejak 2011 akibat pembangunan jalan dan perambahan lahan.

Akses jalan membuka peluang penebangan liar, perambahan, dan perburuan satwa. Ancaman ini terus menggerus integritas ekosistem taman nasional.

Berbagai lembaga melakukan langkah pencegahan, mulai dari Unit Perlindungan Badak (RPU), Patroli Gajah WWF, hingga lembaga konservasi harimau internasional. Patroli gabungan bersama kepolisian, pemerintah daerah, dan jagawana lokal juga membantu penegakan hukum kehutanan.

Instruksi Presiden tahun 2005 soal pemberantasan ilegal logging memicu upaya terpadu lintas sektor untuk menekan kerusakan hutan. Hasilnya, sebagian besar perburuan liar dan penebangan berhasil ditekan, meski penambangan di luar kawasan masih menjadi ancaman.

Namun, kerusakan tetap terjadi. Di TNBBS, Lampung Barat, sekitar 7.000 hektare hutan telah berubah menjadi perkebunan. Sebanyak 4.515 orang kini tinggal di kawasan itu.

Taman Nasional Tesso Nilo juga mengalami penyusutan drastis. Dari luas awal 81.793 hektare, kini hanya tersisa 12.561 hektare hutan alami.

Di kawasan Hutan Harapan, Sumatera Selatan dan Jambi, aparat menemukan ratusan sumur minyak ilegal yang mengancam upaya restorasi ekosistem.

Banjir Besar Menghantam Sumatera

Saat ini, tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menghadapi banjir besar. Video derasnya aliran air yang menghantam permukiman memperlihatkan betapa parahnya kondisi bencana.

Walhi Sumut menyebut penebangan liar sebagai penyebab utama banjir karena Sumut kehilangan area tangkapan air. Video viral menunjukkan ribuan kayu gelondongan terbawa banjir di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga—indikasi kuat praktik ilegal logging.

Pemerintah daerah kini menetapkan status tanggap darurat. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menetapkan status darurat selama 14 hari, mulai 27 November hingga 10 Desember 2025.

Sumatera Barat juga menetapkan masa tanggap darurat setelah 13 daerah terdampak dengan kerugian sementara sekitar Rp 4,9 miliar. Aceh menyusul dengan status darurat bencana hidrometeorologi.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB

Daftar kode redeem FF terbaru 18 Oktober 2026 untuk mencoba klaim hadiah gratis Free Fire. ( Foto AI INBRITA)

Uncategorized

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi permainan mobile dan saldo DANA yang menggambarkan peluang mendapatkan hadiah digital melalui aplikasi game. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

7 Game Penghasil Saldo DANA yang Menarik untuk Dicoba

Minggu, 18 Okt 2026 - 01:00 WIB