Kyiv, iNBrita.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pemerintah terus berupaya memulihkan pasokan listrik di Kyiv dan sejumlah wilayah lain setelah Rusia melancarkan serangan yang menargetkan sektor energi.
Mengutip BBC, Rabu (4/2/2026), Zelensky mengatakan lebih dari 1.100 gedung apartemen di ibu kota masih mengalami pemadaman listrik. Rusia kembali menyerang setelah menghentikan operasi selama sekitar sepekan akibat cuaca dingin, menyusul permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia kembali menggelar pertemuan di Abu Dhabi untuk membahas rincian rencana perdamaian.
“Hingga hari ini, situasi paling sulit terjadi di Kyiv dan sekitarnya, Kharkiv dan wilayah sekitarnya, serta wilayah Sumy dan Poltava,” tulis Zelensky melalui media sosial.
Ia menambahkan, kondisi juga masih berat di sejumlah wilayah Ukraina bagian tengah, termasuk Dnipro dan Cherkasy.
Zelensky mengatakan pemerintah akan mengerahkan petugas perbaikan tambahan untuk memulihkan aliran listrik. Namun, ia mengakui para petugas sudah kelelahan akibat bekerja terus-menerus.
Akibat pemadaman listrik dan cuaca dingin ekstrem, warga Kyiv terpaksa bermalam di stasiun metro. Beberapa di antaranya mendirikan tenda di peron untuk melindungi diri dari suhu yang membekukan.
Pihak berwenang juga mendatangkan lebih banyak generator guna mengantisipasi pemadaman listrik berkepanjangan. Sementara itu, petugas teknis terus memperbaiki kerusakan di sektor energi.
Di Kharkiv, Ukraina timur, serangan Rusia merusak sebuah pembangkit listrik hingga tidak dapat diperbaiki. Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, menyatakan sistem energi nasional membutuhkan waktu untuk pulih. Ia menambahkan, pembangkit listrik gabungan panas dan tenaga (CHP) Darnytsia di Kyiv mengalami kerusakan parah.
(Tim*)














