Home / Internasional

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:59 WIB

Nama Tokoh Indonesia Muncul dalam Dokumen Epstein

Jeffrey Epstein/Foto: istimewa

Jeffrey Epstein/Foto: istimewa

Jakarta, iNBrita.com — Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Dokumen itu memuat foto, video, serta riwayat percakapan email. Isinya menyinggung berbagai isu global dan tokoh internasional.

BBC melaporkan dokumen tersebut mencantumkan sejumlah nama asal Indonesia. Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati muncul dalam beberapa email. Email tersebut membahas perkembangan ekonomi dan pemberitaan dunia.

Dokumen hanya menyebut nama Jokowi dan Sri Mulyani dalam konteks informasi global. Tidak ada catatan yang mengaitkan keduanya secara langsung dengan Epstein.

Baca juga :   Ombudsman Terima Banyak Laporan Dugaan Maladministrasi

Dokumen itu juga mencantumkan nama pengusaha Indonesia, seperti Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta Widjaja. Namun, dokumen mengaitkan nama mereka dengan urusan bisnis dan properti. Kaitan tersebut berhubungan dengan mantan Presiden AS Donald Trump.

ABC Australia menyebut nama Hary Tanoesoedibjo dalam catatan percakapan antara Confidential Human Source dan FBI. Percakapan itu membahas status Hary sebagai miliarder. Dokumen juga menyinggung keterlibatannya dalam pengembangan hotel bermerek Trump.

Salah satu dokumen menuduh Hary membeli properti Trump di Beverly Hills. Dokumen tersebut menyebut harga pembelian lebih tinggi dari nilai pasar.

ABC Indonesia telah menghubungi Hary Tanoesoedibjo untuk meminta tanggapan. Hingga artikel terbit, ABC belum menerima jawaban.

Baca juga :   Momen Ronaldo Ucap Bismillah Sebelum Penalti Jadi Viral

Laporan yang sama juga menyebut Eka Tjipta Widjaja. Dokumen mencatat ia membeli properti mewah Trump di Beverly Hills. Nilai pembelian mencapai sekitar US$ 9,5 juta dan dibayar tunai.

Hingga kini, tidak ada bukti hubungan langsung antara tokoh Indonesia tersebut dengan Jeffrey Epstein. Dokumen tidak menunjukkan keterlibatan dalam jaringan kejahatan seksual.

Sebagian besar nama hanya muncul dalam memo ekonomi dan catatan bisnis. Oleh karena itu, pencantuman nama tidak otomatis menunjukkan keterlibatan pidana.

(vvr)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dubes Arab Saudi Faisal Al Amoudi sambut rombongan MUI di Jakarta

Internasional

Arab Saudi Pastikan Haji Tetap Aman Sesuai Rencana
Warga Iran menghadiri pemakaman korban serangan AS dan Israel di Teheran.

Internasional

AS dan Israel Serang Iran, Ribuan Warga Tewas
Kawah vulkanik berwarna merah di Taman Nasional Timanfaya, Kepulauan Canary.

Internasional

Turis Jerman Kembalikan Batu Vulkanik Karena Takut Kutukan

Internasional

Pakistan: Lukai 35 Orang ,8 Tewas Serangan Rudal India
Presiden Indonesia duduk berdampingan dengan legenda sepak bola Prancis saat pertemuan di sela WEF 2026 di Davos, Swiss.

Internasional

Prabowo Bertemu Zidane dan Presiden FIFA di Davos
Antonio Ruediger Real Madrid melewati Bernardo Silva Man City di Liga Champions 2025/2026

Internasional

Liga Champions Leg Pertama Real Madrid vs Man City
Puing-puing bangunan di Gaza akibat serangan Israel, warga berjalan di tengah reruntuhan

Internasional

Bayi Gaza Tewas Hipotermia di Tengah Musim Dingin
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan

Internasional

Rupiah Diproyeksi Melemah Tertekan Sentimen Global dan Minyak