Home / Internasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Dunia Naik Setelah Tekanan Beruntun

Harga emas dunia melonjak setelah aksi beli investor dan sentimen global membaik

Harga emas dunia melonjak setelah aksi beli investor dan sentimen global membaik

iNBrita.comBloomberg Technoz melaporkan bahwa harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan terbaru setelah sebelumnya melemah selama beberapa hari. Kenaikan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan dalam waktu singkat.Harga Emas Dunia Naik Setelah Tekanan Beruntun

Pada Selasa (24/3/2026), pelaku pasar mendorong harga emas di pasar spot hingga ditutup di level US$ 4.500,6 per troy ons. Angka ini naik 2,1% dibandingkan hari sebelumnya. Para investor mulai kembali masuk ke pasar emas setelah melihat harga yang sempat jatuh dalam beberapa hari terakhir.

Aksi Buru Murah Dorong Pemulihan

Sebelumnya, harga emas mengalami koreksi selama empat hari berturut-turut. Dalam periode tersebut, harga turun hampir 12%. Bahkan, sejak 11 Maret hingga 23 Maret, harga emas sudah merosot sekitar 15,05%. Kondisi ini membuat banyak investor menilai emas berada di level yang relatif murah, sehingga mereka langsung melakukan aksi beli atau bargain hunting untuk memanfaatkan peluang.

Sentimen Global Angkat Harga

Selain faktor teknikal, sentimen global juga ikut mengangkat harga emas. Laporan dari media Israel menyebutkan bahwa Amerika Serikat membuka peluang negosiasi dengan Iran. Harapan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah membuat pasar menjadi lebih optimistis.

Nicky Shiels, Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, menegaskan bahwa laporan terkait potensi gencatan senjata membuat pasar kembali bergairah. Sentimen ini juga menekan harga minyak dunia.

Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya

Harga minyak jenis Brent dan Light Sweet tercatat turun sekitar 4%. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi bahwa stabilitas kawasan Teluk akan meredam tekanan inflasi global. Jika inflasi terkendali, bank sentral berpeluang menurunkan suku bunga.

Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap (non-yielding asset). Investor cenderung beralih ke emas untuk menjaga nilai aset mereka.

Analisis Teknikal: Tekanan Masih Terlihat

Secara teknikal, indikator menunjukkan tren emas masih berada di zona bearish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35, yang menandakan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, Stochastic RSI di level 26 menunjukkan sinyal jual yang cukup kuat.

Untuk perdagangan Rabu (25/3/2026), analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah. Level support terdekat berada di kisaran US$ 4.998 per troy ons. Jika harga menembus level ini, penurunan bisa berlanjut ke rentang US$ 4.972 hingga US$ 4.820.

Peluang Kenaikan dan Level Resistensi

Namun, jika harga kembali menguat, level US$ 4.596 akan menjadi area resistensi penting. Jika harga mampu menembusnya, maka potensi kenaikan terbuka menuju kisaran US$ 4.626 hingga US$ 4.800. Target kenaikan paling optimistis berada di sekitar US$ 5.096 per troy ons.

(VVR*)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Presiden Barcelona Joan Laporta berbicara tentang pengunduran klub dari Super League.

Internasional

Barcelona Mundur Dari Super League, Madrid Tetap Bertahan
Final Thailand Masters 2026 ganda campuran Indonesia di Nimibutr Stadium

Internasional

Final Thailand Masters 2026, Duel Ganda Campuran Indonesia
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta

Internasional

Kemlu Pastikan WNI Aman di Konflik Thailand-Kamboja Perbatasan
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris

Internasional

Prabowo Dijamu Macron di Istana Élysée Paris
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia usai serangan AS-Israel di Iran.

Internasional

Istri Ali Khamenei Meninggal Usai Serangan AS-Israel
Ubur-ubur kubus berenang di perairan dengan tentakel panjang yang terlihat jelas.

Internasional

Balita Rusia Meninggal Setelah Disengat Ubur-Ubur
Pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa Amerika Serikat menolak ikut perundingan resmi G20 Afrika Selatan.

Internasional

AS Tegas Tolak Hadiri Perundingan Resmi G20 Afrika Selatan
Personel militer Nigeria berpatroli di area serangan militan.

Internasional

Puluhan Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria