Harga Emas Dunia Naik Setelah Tekanan Beruntun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia melonjak setelah aksi beli investor dan sentimen global membaik

Harga emas dunia melonjak setelah aksi beli investor dan sentimen global membaik

iNBrita.com — Bloomberg Technoz melaporkan bahwa harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan terbaru setelah sebelumnya melemah selama beberapa hari. Kenaikan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan dalam waktu singkat.Harga Emas Dunia Naik Setelah Tekanan Beruntun

Pada Selasa (24/3/2026), pelaku pasar mendorong harga emas di pasar spot hingga ditutup di level US$ 4.500,6 per troy ons. Angka ini naik 2,1% dibandingkan hari sebelumnya. Para investor mulai kembali masuk ke pasar emas setelah melihat harga yang sempat jatuh dalam beberapa hari terakhir.

Aksi Buru Murah Dorong Pemulihan

Sebelumnya, harga emas mengalami koreksi selama empat hari berturut-turut. Dalam periode tersebut, harga turun hampir 12%. Bahkan, sejak 11 Maret hingga 23 Maret, harga emas sudah merosot sekitar 15,05%. Kondisi ini membuat banyak investor menilai emas berada di level yang relatif murah, sehingga mereka langsung melakukan aksi beli atau bargain hunting untuk memanfaatkan peluang.

Sentimen Global Angkat Harga

Selain faktor teknikal, sentimen global juga ikut mengangkat harga emas. Laporan dari media Israel menyebutkan bahwa Amerika Serikat membuka peluang negosiasi dengan Iran. Harapan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah membuat pasar menjadi lebih optimistis.

Nicky Shiels, Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, menegaskan bahwa laporan terkait potensi gencatan senjata membuat pasar kembali bergairah. Sentimen ini juga menekan harga minyak dunia.

Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya

Harga minyak jenis Brent dan Light Sweet tercatat turun sekitar 4%. Penurunan ini mencerminkan ekspektasi bahwa stabilitas kawasan Teluk akan meredam tekanan inflasi global. Jika inflasi terkendali, bank sentral berpeluang menurunkan suku bunga.

Dalam kondisi suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil tetap (non-yielding asset). Investor cenderung beralih ke emas untuk menjaga nilai aset mereka.

Analisis Teknikal: Tekanan Masih Terlihat

Secara teknikal, indikator menunjukkan tren emas masih berada di zona bearish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35, yang menandakan tekanan jual masih dominan. Sementara itu, Stochastic RSI di level 26 menunjukkan sinyal jual yang cukup kuat.

Untuk perdagangan Rabu (25/3/2026), analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah. Level support terdekat berada di kisaran US$ 4.998 per troy ons. Jika harga menembus level ini, penurunan bisa berlanjut ke rentang US$ 4.972 hingga US$ 4.820.

Peluang Kenaikan dan Level Resistensi

Namun, jika harga kembali menguat, level US$ 4.596 akan menjadi area resistensi penting. Jika harga mampu menembusnya, maka potensi kenaikan terbuka menuju kisaran US$ 4.626 hingga US$ 4.800. Target kenaikan paling optimistis berada di sekitar US$ 5.096 per troy ons.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB