AS Targetkan Perang Iran Selesai Dalam Beberapa Minggu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio

Washington, iNBrita.comMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memprediksi perang melawan Iran akan segera berakhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat menargetkan penyelesaian konflik ini dalam beberapa minggu ke depan. Rubio menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Paris setelah menghadiri pertemuan G7 pada Sabtu (28/3/2026).

Rubio menjelaskan bahwa operasi militer yang berlangsung bertujuan melemahkan kekuatan Iran secara signifikan. Ia menyatakan bahwa hasil akhir dari konflik ini akan membuat Iran berada dalam kondisi paling lemah dalam sejarah modernnya. Ia juga menekankan bahwa AS menjalankan strategi sesuai rencana dan menunjukkan perkembangan yang cepat.

Baca Juga :  Raymond-Joaquin Terkuras Fisik Hadapi Tur Eropa

Sebelumnya, AS bersama Israel melancarkan serangan langsung ke sejumlah target strategis di Iran. Militer kedua negara itu menargetkan fasilitas nuklir di Arak sebagai bagian dari operasi tersebut. Serangan ini bertujuan menghentikan aktivitas pengolahan uranium yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan.

Pejabat Iran melaporkan bahwa pasukan AS dan Israel juga menyerang pabrik di Ardakan yang berada di Provinsi Yazd pada Jumat (27/3/2026). Organisasi energi atom Iran mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyasar fasilitas pengolahan uranium. Meski demikian, pihak berwenang Iran menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena mereka telah melakukan langkah pengamanan sebelumnya.

Baca Juga :  Kepala Bandara Depati Parbo Kerinci R Subhan : Arus Balik Hari Ini Pengguna Pesawat Wings Air Penuh

Sementara itu, laporan dari CNN menyebutkan bahwa seorang pejabat di Provinsi Markazi mengklaim serangan dilakukan secara terkoordinasi oleh AS dan Israel. Di sisi lain, militer Israel telah lebih dulu mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga sipil di sekitar wilayah Arak, termasuk zona industri Khir Abad. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko korban sipil sebelum serangan terjadi.

Situasi di kawasan tersebut masih berkembang, namun kedua pihak terus menunjukkan intensitas operasi yang tinggi.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Emas Angola Runtuh, 28 Penambang Tewas
Maarten Paes Bawa Ajax Amsterdam Lolos Liga Eropa
Ledakan Tambang Shanxi Tewaskan 90 Pekerja di China
Radio Caroline Keliru Siarkan Kabar Wafat Raja Charles
Relawan GSF Dibebaskan Israel Tiba di Istanbul Turki
Mexico City Bersiap Sambut Piala Dunia 2026
Israel Tangkap 430 Aktivis Termasuk Sembilan WNI
Prabowo Didesak Bertindak Bebaskan WNI Ditahan di Gaza
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:00 WIB

Tambang Emas Angola Runtuh, 28 Penambang Tewas

Senin, 25 Mei 2026 - 01:00 WIB

Maarten Paes Bawa Ajax Amsterdam Lolos Liga Eropa

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:00 WIB

Ledakan Tambang Shanxi Tewaskan 90 Pekerja di China

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIB

Radio Caroline Keliru Siarkan Kabar Wafat Raja Charles

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:00 WIB

Relawan GSF Dibebaskan Israel Tiba di Istanbul Turki

Berita Terbaru

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (paling kanan) dalam kegiatan simbolis penyaluran hewan kurban di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

Ekonomi

BSI Salurkan 24 Ribu Hewan Kurban Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM. (SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR)

Ekonomi

GoPay Perkuat Literasi Digital Pelaku UMKM Bali

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:00 WIB

Foto dok. BRI

Teknologi

BRI Dorong Pembayaran Digital Lintas Negara

Rabu, 27 Mei 2026 - 03:00 WIB

Ferrari Luce Foto: Dok. Ferrari

Teknologi

Ferrari Luce Hadirkan Era Baru Mobil Listrik Mewah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:00 WIB

Kebun sayur di lahan sempit  sistem hidroponik sebagai contoh agribisnis rumahan yang produktif. (Foto AI)

Ekonomi

Agribisnis Rumahan Ubah Lahan Sempit Jadi Peluang Usaha

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:00 WIB