Sungai Penuh, iNBrita.com — Jalpia, pria berusia 54 tahun, setiap hari bekerja sebagai petugas mengangkut tumpukan sampah rumah tangga di Kota Sungai Penuh. Ia berasal dari Desa Sumur Gedang, Desa Sungai Liuk, dan telah hampir enam tahun mengabdikan diri sebagai petugas pengangkut sampah. Pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata ini tetap ia jalani dengan penuh ketulusan, kesabaran, dan rasa syukur.
Bagi Jalpia, pekerjaan bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Ia percaya bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan jujur memiliki nilai yang sama di mata Tuhan dan masyarakat.
Rutinitas Harian Sebagai petugas pengangkut sampah
Setiap pagi hingga siang, Jalpia mengemudikan kendaraan pengangkut sampah dan menyusuri permukiman warga. Ia tidak hanya menunggu sampah dikumpulkan, tetapi juga aktif mengetuk pintu rumah warga untuk menanyakan apakah ada sampah yang akan dibuang. Dengan sikap ramah, ia menyapa warga setiap hari sehingga hubungan sosialnya dengan masyarakat semakin dekat.
Meski pekerjaan ini melelahkan dan penuh risiko kesehatan, ia tetap menjalaninya dengan disiplin. Bau tidak sedap, cuaca panas, dan tumpukan sampah tidak pernah membuatnya menyerah. Ia sadar bahwa tugasnya sangat penting bagi kebersihan kota.
Di usianya yang tidak lagi muda, Jalpia tetap menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja keras untuk menghidupi istri dan dua anaknya. Penghasilan yang ia terima memang sederhana, namun ia selalu bersyukur karena masih dapat mencukupi kebutuhan keluarga dengan hasil kerja yang halal.
Ia tidak pernah mengeluh meski pekerjaan yang ia lakukan tergolong berat bagi orang seusianya. Justru ia menjadikannya sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab hidup.
Pandangan Positif tentang Pekerjaan
Jalpia tidak pernah merasa malu dengan profesinya. Ia justru menganggap pekerjaannya sebagai pekerjaan yang mulia karena membantu menjaga kebersihan kota. Baginya, tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan ikhlas dan jujur.
“Saya tidak pernah malu dengan pekerjaan ini. Yang penting halal dan bisa menghidupi keluarga. Kalau kita ikhlas, semua pekerjaan itu mulia,” ujarnya dengan tenang.
Harapan untuk Masyarakat
Selain bekerja, Jalpia juga memiliki harapan besar kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan memilah sampah dari rumah.
Menurutnya, kebiasaan sederhana itu sangat membantu meringankan pekerjaan petugas kebersihan di lapangan. Ia juga berharap adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah agar kota menjadi lebih bersih dan sehat.
Penutup
Kisah Jalpia menjadi gambaran nyata keteguhan seorang ayah yang bekerja tanpa banyak sorotan, namun memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitarnya. Dengan kesederhanaan dan ketulusannya, ia menunjukkan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai mulia ketika dijalani dengan penuh tanggung jawab.
(eny)









