Jakarta , iNBrita.com — Momen Iduladha selalu identik dengan pembagian daging sapi dan kambing kurban. Namun demikian, masih banyak orang yang bingung mengelola daging kurban agar tetap segar, tidak berbau, dan tahan lama saat disimpan.
Karena itu, setiap orang perlu menangani daging dengan tepat sejak pertama kali menerimanya. Jika salah menyimpan atau mengolah, daging akan lebih cepat rusak dan menimbulkan aroma tidak sedap. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengetahui beberapa langkah penting agar daging kurban tetap awet dan layak dikonsumsi.
Cuci Daging dengan Tepat
Pertama, masyarakat perlu mencuci daging kurban sebelum memasak atau menyimpannya. Langkah ini membantu membersihkan sisa darah, serpihan tulang, debu, maupun kotoran yang menempel selama proses pemotongan.
Selain itu, para ahli kuliner menyarankan masyarakat mencuci daging menggunakan air mengalir secukupnya agar kebersihannya tetap terjaga. Setelah mencuci, masyarakat harus segera meniriskan daging hingga kadar airnya berkurang. Pasalnya, kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas daging.
Segera Simpan di Freezer
Selanjutnya, masyarakat perlu segera menyimpan daging di freezer setelah memotongnya sesuai kebutuhan. Pasalnya, daging yang terlalu lama berada di suhu ruang lebih mudah terkontaminasi mikroba.
Sebagai informasi, kulkas biasa dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius hanya mampu menjaga kesegaran daging selama 2–3 hari. Sementara itu, freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius mampu menjaga kualitas daging hingga satu atau dua bulan apabila suhunya tetap stabil.
Gunakan Marinasi untuk Mengurangi Bau
Di sisi lain, aroma prengus pada daging kambing maupun sapi sering mengganggu proses memasak. Untuk mengurangi bau tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami seperti jahe, nanas, atau daun pepaya.
Caranya, masyarakat bisa melumuri daging dengan parutan jahe atau membungkusnya menggunakan daun pepaya selama 15 hingga 30 menit sebelum memasak. Namun, masyarakat tidak boleh memarinasi daging terlalu lama karena enzim alami pada pepaya dapat membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya hanya memarinasi daging yang akan segera dimasak.
Pisahkan Daging, Tulang, dan Jeroan
Selain memperhatikan cara penyimpanan, masyarakat juga perlu memisahkan setiap bagian daging sejak awal. Sayangnya, masih banyak orang yang mencampur daging, tulang, dan jeroan dalam satu wadah.
Padahal, setiap bagian memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, jeroan lebih cepat rusak dan memiliki aroma lebih tajam dibandingkan daging biasa. Dengan demikian, masyarakat perlu memisahkan setiap bagian agar kualitasnya tetap terjaga. Tidak hanya itu, masyarakat juga sebaiknya membagi daging ke dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak.
Cairkan Daging dengan Aman
Terakhir, banyak orang masih mencairkan daging beku terlalu lama di suhu ruang. Padahal, cara tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri pada bagian luar daging yang mulai hangat sementara bagian dalamnya masih membeku.
Sebagai gantinya, masyarakat sebaiknya memindahkan daging dari freezer ke chiller atau bagian bawah kulkas semalaman sebelum memasaknya. Cara ini membantu menjaga tekstur dan cita rasa daging tetap baik.
Namun, jika membutuhkan proses yang lebih cepat, masyarakat dapat merendam daging dalam air dingin dengan kondisi masih terbungkus rapat.









