Rupiah Melemah Tajam, Waktunya Investasi Valas Sekarang?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah memicu minat masyarakat pada investasi valas.(Foto : CNN Indonesia/Safir Makki).

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah memicu minat masyarakat pada investasi valas.(Foto : CNN Indonesia/Safir Makki).

Jakarta, iNBrita.com — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS mendorong sebagian masyarakat mulai melirik investasi valuta asing (valas). Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, banyak orang menganggap dolar AS dan mata uang asing lainnya sebagai aset pelindung nilai (safe haven).

Namun, apakah sekarang waktu yang tepat untuk berinvestasi di valas?

Para perencana keuangan memberikan beberapa tips penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum masuk ke instrumen ini.

1. Jangan Masuk Terlalu Agresif

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, menilai saat ini belum menjadi waktu ideal untuk masuk ke valas secara agresif.

Ia melihat banyak faktor yang masih membuat pergerakan kurs sulit diprediksi. Faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi dalam negeri, arah kebijakan fiskal pemerintah, sentimen investor asing, hingga potensi intervensi pemerintah dan Bank Indonesia.

Menurut Dandy, pelemahan rupiah tidak selalu berlangsung lama. Karena itu, Anda sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren saat ini.

2. Gunakan Strategi Bertahap

Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan pendekatan yang lebih terukur. Ia mendorong investor untuk menggunakan metode dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli valas secara bertahap dan rutin.

Dengan strategi ini, Anda bisa mengurangi risiko membeli di harga tinggi sekaligus meredam dampak fluktuasi kurs. Anda juga tidak perlu menebak kapan nilai tukar berada di titik tertinggi atau terendah.

3. Diversifikasi Mata Uang

Jangan hanya membeli dolar AS. Andi menekankan pentingnya diversifikasi ke beberapa mata uang.

Dengan menyebar investasi ke dua atau tiga mata uang berbeda, Anda bisa mengurangi risiko sekaligus membuka peluang keuntungan lebih luas. Beberapa mata uang yang bisa Anda pertimbangkan antara lain dolar Australia, dolar Singapura, dan yen Jepang.

Dandy juga menyarankan franc Swiss dan dolar Singapura karena keduanya relatif stabil. Namun, Anda tetap harus menyesuaikan pilihan dengan tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi ekonomi global.

4. Pertimbangkan Instrumen Alternatif

Jika Anda belum yakin masuk ke valas, Anda bisa menunggu sambil menjaga likuiditas. Dandy menyarankan pendekatan wait and see sampai kondisi ekonomi lebih jelas.

Sebagai alternatif, Anda bisa menempatkan dana di instrumen yang lebih aman seperti deposito atau reksa dana pasar uang.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transaksi LCT Meningkat, Apa Dampaknya terhadap Kurs Rupiah?
Harga Perak Antam Hari Ini 26 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp18.050, Dolar AS Jadi Sorotan
Rupiah Tertekan Dolar AS, Yield US Treasury Meningkat
Bursa Saham Yunani Kembali Masuk Kategori Pasar Maju
Pertamina Tambah Pasokan BBM, Simak Strategi Layanan Terbaru
Pengendali WINR Jual Saham, Simak Prospek Harga Terbaru
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, UBS Ikut Turun
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Transaksi LCT Meningkat, Apa Dampaknya terhadap Kurs Rupiah?

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini 26 Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.050, Dolar AS Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rupiah Tertekan Dolar AS, Yield US Treasury Meningkat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bursa Saham Yunani Kembali Masuk Kategori Pasar Maju

Berita Terbaru

Ilustrasi transaksi mata uang lokal (LCT) sebagai upaya BI mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memperkuat stabilitas rupiah.

Ekonomi

Transaksi LCT Meningkat, Apa Dampaknya terhadap Kurs Rupiah?

Senin, 26 Okt 2026 - 19:00 WIB

keterangan foto singkat
Wawako Azhar Hamzah menghadiri Apel Gelar Pasukan Aksi Patuh 2026 Polres Kerinci.

SUNGAI PENUH

Wawako Azhar Hadiri Apel Gelar Pasukan Aksi Patuh 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 18:00 WIB

Harga perak Antam terbaru dan daftar harga perak batangan 250 gram serta 500 gram.

Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini 26 Oktober 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 14:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global dan domestik.(Foto : CNBC Indonesia/Faizal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.050, Dolar AS Jadi Sorotan

Senin, 26 Okt 2026 - 13:00 WIB

Beruang liar masuk dan merusak rumah warga di Kerinci.

KERINCI

Beruang Liar Kembali Masuk Permukiman Warga di Kerinci

Senin, 26 Okt 2026 - 07:00 WIB