Kerinci, iNBrita.com – Seekor beruang liar menerobos rumah warga di Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Sabtu (24/10/2026) menjelang subuh. Kemunculan satwa liar tersebut membuat warga resah setelah beruang itu merusak sejumlah bagian rumah.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV memperlihatkan beruang memasuki rumah warga sekitar pukul 04.15 WIB. Kehadiran satwa liar itu menimbulkan kekhawatiran karena beruang tersebut diduga menjebol dinding dan merusak pintu rumah.
Beruang Rusak Rumah Warga di Kerinci
Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi bangunan. Warga kemudian memeriksa bagian dinding dan pintu yang rusak. Kejadian ini membuat masyarakat semakin waspada, terutama karena beruang liar itu sudah beberapa kali muncul di sekitar permukiman mereka.
Kemunculan beruang hingga memasuki rumah penduduk menambah kekhawatiran warga Desa Sungai Abu. Masyarakat khawatir satwa tersebut kembali datang dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
Kepala Desa Sebut Beruang Sudah Enam Kali Muncul
Kepala Desa Sungai Abu, Antoni Rozi, mengatakan warga sebelumnya juga pernah menjumpai beruang di wilayah mereka. Namun, kali ini satwa tersebut masuk ke kawasan permukiman hingga merusak rumah penduduk.
“Beberapa waktu lalu pernah juga warga ketemu, tapi kali ini sudah mulai masuk pemukiman warga. Ini sudah yang keenam kali,” ujar Antoni Rozi, Sabtu (24/10/2026).
Antoni menjelaskan, beruang itu mulai memasuki kawasan permukiman sekitar pukul 04.00 WIB, ketika sebagian besar warga masih berada di rumah menjelang subuh.
“Dia (beruang) mulai beraksi setelah mic masjid mulai dibunyikan,” jelasnya.
Warga Minta Petugas Segera Turun Tangan
Kemunculan beruang yang berulang kali terjadi membuat warga meminta perhatian dari pihak berwenang. Mereka berharap petugas segera mengambil langkah untuk menangani keberadaan satwa liar tersebut.
Selain mengkhawatirkan kerusakan rumah, masyarakat juga mencemaskan keselamatan warga apabila beruang kembali mendekati kawasan tempat tinggal mereka.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan penanganan yang tepat agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman. Mereka juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang dapat memancing atau mendekatkan diri kepada satwa liar tersebut.
(eny)









