Jakarta, iNBrita.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mempertahankan harga perak pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan data yang tersedia, Antam menjual perak seharga Rp 36.600 per gram. Harga tersebut tidak berubah dari perdagangan sebelumnya.
Selain perak per gram, Antam juga menyediakan perak batangan dengan berat 250 gram dan 500 gram. Setiap ukuran memiliki harga berbeda. Pembeli juga perlu memperhatikan pajak pertambahan nilai (PPN) saat menghitung total biaya pembelian.
Harga Perak Antam dan Peluang Investasi
Mengutip laman Logam Mulia, masyarakat dapat memilih perak sebagai alternatif investasi selain emas. Harga per gram yang relatif terjangkau memungkinkan investor pemula memulai investasi dengan modal lebih kecil.
Selain itu, perak memiliki manfaat penting bagi berbagai sektor industri. Produsen menggunakan logam ini untuk membuat komponen elektronik, panel surya, dan kendaraan listrik. Karena itu, peningkatan kebutuhan industri dapat memengaruhi permintaan dan harga perak di pasar.
Meski menawarkan peluang keuntungan, perak juga memiliki risiko. Harganya dapat naik atau turun mengikuti permintaan pasar, kebutuhan industri, dan kondisi ekonomi global.
Oleh sebab itu, calon investor perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli perak. Mereka sebaiknya menghitung biaya transaksi, memeriksa harga jual kembali, dan menentukan tujuan investasi.
Investor juga perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang aman. Dengan begitu, mereka dapat menjaga kondisi perak fisik dan mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan.
Daftar Harga Perak Batangan Antam 26 Oktober 2026
Berikut daftar harga perak batangan berdasarkan data yang tersedia pada Senin (26/10/2026).
- Perak batangan 250 gram
- Harga dasar: Rp 9.550.000
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 10.600.500
- Perak batangan 500 gram
- Harga dasar: Rp 18.300.000
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 20.313.000
Pembeli sebaiknya memeriksa kembali harga terbaru sebelum melakukan transaksi. Perubahan harga dan ketentuan pajak dapat memengaruhi jumlah pembayaran.
Keuntungan dan Risiko Investasi Perak
Investasi perak menawarkan beberapa keuntungan. Pertama, investor dapat memulainya dengan modal yang relatif terjangkau dibandingkan emas. Kedua, kenaikan permintaan industri berpotensi mendorong harga perak ketika kondisi pasar mendukung.
Namun, investor tetap perlu memahami risiko yang menyertai investasi ini. Harga perak dapat berfluktuasi tajam dalam waktu singkat. Jika investor membeli saat harga tinggi, penurunan harga dapat menyebabkan kerugian.
Selain perubahan harga, investor perlu memperhitungkan selisih harga beli dan harga jual kembali atau spread. Selisih tersebut dapat mengurangi keuntungan, terutama jika investor menjual perak dalam waktu singkat.
Investor juga perlu mempertimbangkan likuiditas pasar. Pasar perak fisik di Indonesia relatif lebih terbatas dibandingkan pasar emas. Akibatnya, investor mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli dan mengubah perak menjadi uang tunai.
Tips Sebelum Membeli Perak untuk Investasi
Agar dapat mengambil keputusan dengan lebih baik, calon investor sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:
- Tentukan tujuan investasi. Sesuaikan pembelian perak dengan kebutuhan keuangan dan jangka waktu investasi.
- Hitung seluruh biaya. Periksa harga dasar, pajak, dan biaya transaksi sebelum membeli.
- Bandingkan harga jual kembali. Periksa selisih harga beli dan harga jual agar dapat memperkirakan potensi keuntungan.
- Siapkan penyimpanan yang aman. Simpan perak fisik di tempat yang terlindungi dari kehilangan dan kerusakan.
- Pahami risiko fluktuasi harga. Jangan mengandalkan asumsi bahwa harga perak akan selalu naik.
Pada akhirnya, investor perlu menyesuaikan pembelian perak dengan kemampuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing. Dengan memahami harga, biaya, dan risiko sejak awal, investor dapat menyusun strategi investasi yang lebih terukur.
(vvr*)









