Harga Emas Dunia Melemah, Minyak Picu Inflasi AS

Harga emas dunia melemah akibat kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia turun di tengah kekhawatiran inflasi. (Foto : Ilustrasi by AI)

Harga emas dunia turun di tengah kekhawatiran inflasi. (Foto : Ilustrasi by AI)

Jakarta, iNBrita.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan menekan daya tarik logam mulia. Selain itu, pelaku pasar mencermati pernyataan Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS), Kevin Warsh, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan.

Mengutip CNBC, Kamis (29/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi US$ 4.039,39 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,6 persen ke US$ 4.051,60 per ons.

The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%-4%. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan pasar.

Bank sentral AS memilih menunggu data inflasi tambahan sebelum mengubah kebijakan suku bunga. Selain itu, para pejabat The Fed juga mempertimbangkan perkembangan setelah pemilihan paruh waktu AS pada pekan berikutnya.

Harga emas sempat menguat ketika Warsh menyampaikan pernyataan setelah pengumuman kebijakan. Namun, harga logam mulia kembali melemah setelah pasar mencerna penjelasannya.

Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan harga emas. Kedua faktor tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan bunga kepada investor.

Imbal Hasil Obligasi AS Tekan Harga Emas

Pedagang logam independen Tai Wong menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membatasi penguatan harga emas.

“Imbal hasil Treasury tenor panjang bergerak naik karena pasar belum sepenuhnya puas dengan penjelasan Warsh mengenai keputusan mempertahankan suku bunga hari ini. Suku bunga yang lebih tinggi akan terus menekan harga emas. Saya tidak berpikir logam mulia akan mengalami aksi jual besar-besaran, tetapi ruang kenaikannya mungkin terbatas,” kata Wong.

The Fed menaikkan penilaiannya terhadap kondisi ekonomi AS. Meski demikian, bank sentral mengakui bahwa inflasi masih tinggi.

Dalam konferensi pers, Warsh menegaskan bahwa The Fed siap mengambil tindakan jika kondisi ekonomi mengharuskannya.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 4,11 basis poin menjadi 5,034 persen.

Perangkat FedWatch milik CME menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 86%. Angka tersebut turun dari 88% sebelum pengumuman kebijakan.

Kini, investor menantikan data belanja konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. Data yang dijadwalkan rilis pada Kamis tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Harga Minyak Naik, Perak dan Platinum Melemah

Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 1% setelah serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Konflik di Timur Tengah turut memperbesar risiko tersebut.

Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi. Jika tekanan inflasi meningkat, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini dapat mengurangi minat investor terhadap emas karena logam mulia tersebut tidak menghasilkan bunga.

Dalam jajak pendapat terbaru, para analis menurunkan proyeksi harga logam mulia untuk 2026. Mereka mempertimbangkan pelemahan permintaan, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan penguatan dolar.

Meski menghadapi tekanan, seluruh logam mulia masih memiliki peluang untuk pulih pada 2027.

Dari Asia, impor bersih emas China melalui Hong Kong meningkat lebih dari 28% pada September dibandingkan Agustus. Angka tersebut mencapai level tertinggi dalam lima bulan.

Peningkatan impor itu mencerminkan upaya pelaku pasar mengisi kembali persediaan menjelang libur Golden Week. Selain itu, permintaan investor turut mendorong kenaikan impor emas.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,4% menjadi US$ 53,58 per ons. Harga platinum juga melemah 0,4% ke US$ 1.534,50 per ons.

Sementara itu, harga paladium turun 1,1% menjadi US$ 1.014,50 per ons.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 29 Oktober
The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Membayangi Pasar
Rupiah Melemah Hari Ini, Ini Penyebab dan Dampaknya
IHSG Anjlok 1,3%, Saham Infrastruktur Tertekan, BBCA Menguat
Harga Emas Dunia Naik, Investor Menanti Keputusan The Fed
Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas Hari Ini
IHSG Anjlok 3,03%, Saham WIFI BIPI KETR Ikut Melemah
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Tembus Rp18.140
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 29 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Membayangi Pasar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Dunia Melemah, Minyak Picu Inflasi AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IHSG Anjlok 1,3%, Saham Infrastruktur Tertekan, BBCA Menguat

Berita Terbaru

Daftar harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat pada Kamis, 29 Oktober 2026. (Foto : CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 29 Oktober

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:00 WIB

The Fed menahan suku bunga acuan AS pada kisaran 3,75–4 persen.(AP Photo/Mark Schiefelbein)

Ekonomi

The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Membayangi Pasar

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Harga emas dunia turun di tengah kekhawatiran inflasi. (Foto : Ilustrasi by AI)

Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Minyak Picu Inflasi AS

Kamis, 29 Okt 2026 - 09:00 WIB

 Kia Carens EV disiapkan untuk meramaikan pasar MPV listrik Indonesia dengan harga kompetitif.(Foto : Kia Sales Indonesia)

Teknologi

Kia Kaji Harga Carens EV, Bisa Naik Turun

Kamis, 29 Okt 2026 - 00:00 WIB

KARHUTLA - Potret lahan bekas kebakaran di Jambi beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp125 miliar untuk penanganan karhutla di Jambi

Daerah

Banpres Rp125 Miliar untuk Karhutla Jambi, Ini Rinciannya

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:00 WIB