Rupiah Melemah Hari Ini, Ini Penyebab dan Dampaknya

Harga minyak dunia, ketegangan Timur Tengah, dan kejutan MSCI menekan rupiah. Simak faktor yang memengaruhi kurs dan prediksi pergerakannya.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Rupiah melemah ke Rp 18.174 per dolar AS akibat tekanan global dan kenaikan harga minyak dunia. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah melemah ke Rp 18.174 per dolar AS akibat tekanan global dan kenaikan harga minyak dunia. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNBrita.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Sejumlah faktor global dan domestik masih menekan pergerakan mata uang Indonesia. Faktor tersebut meliputi kejutan dari penyedia indeks global MSCI, kenaikan harga minyak dunia, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 18.174 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp 18.156 per dolar AS.

Harga Minyak Dunia dan MSCI Tekan Rupiah

Ekonom BCA David Sumual menilai, kejutan dari penyedia indeks global MSCI masih memengaruhi pergerakan rupiah. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasar obligasi domestik.

David menjelaskan bahwa harga minyak yang tinggi dapat menekan harga obligasi. Kondisi tersebut juga berpotensi memperlemah nilai tukar rupiah.

“Harga minyak masih cenderung tinggi sehingga pasar obligasi domestik tampak khawatir dampaknya pada harga obligasi dan tekanannya terhadap kurs rupiah,” ujar David kepada Liputan6.com.

Sementara itu, Ekonom Bank Danamon Faiz Irman memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ia memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.300 per dolar AS dalam jangka pendek.

Rupiah Melemah di Tengah Ketidakpastian Global

Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan dengan pelemahan 21 poin ke level Rp 18.156 per dolar AS. Padahal, rupiah sempat menguat 10 poin dari posisi penutupan sebelumnya, yaitu Rp 18.135 per dolar AS.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Indonesia Ibrahim Assuaibi menilai ketidakpastian global masih membayangi pergerakan rupiah. Ia menyoroti perkembangan konflik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Ibrahim menyampaikan pandangannya pada Selasa, 27 Oktober 2026. Menurut dia, kedua faktor tersebut masih memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang Indonesia.

Ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.250 per dolar AS sepanjang pekan ini. Selain situasi geopolitik dan kebijakan moneter AS, kondisi ekonomi domestik juga memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar

Ibrahim menilai konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu pasar cermati. Ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat terus meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Sejumlah negara juga berupaya meredakan konflik tersebut. Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dilaporkan bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada Senin. Pertemuan itu bertujuan menurunkan eskalasi konflik dan membuka peluang negosiasi.

Para pejabat membahas kemungkinan perundingan antara AS dan Iran. Mereka juga menyoroti gangguan pelayaran di Selat Hormuz serta blokade Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ibrahim mengingatkan bahwa konflik tersebut masih mengancam kelancaran pasokan energi. Gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dapat menghambat perdagangan energi global karena kedua jalur tersebut memiliki peran penting.

Risiko gangguan pasokan energi juga dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia. Jika harga minyak bertahan tinggi, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut.

Faktor Domestik Ikut Memengaruhi Rupiah

Dari dalam negeri, pemerintah menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) masih mencukupi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menilai risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek masih dapat dikelola.

Namun, kecukupan stok BBM tidak serta-merta menghilangkan risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kenaikan harga minyak dunia tetap berpotensi meningkatkan beban anggaran, terutama jika pemerintah harus menanggung biaya energi yang lebih tinggi.

Ibrahim menilai pemerintah perlu memperkuat pengelolaan cadangan energi. Pemerintah juga perlu mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah perlu mengendalikan konsumsi energi dan mengelola risiko perubahan harga minyak serta nilai tukar. Langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi ketika pasar global menghadapi tekanan.

Pemerintah juga perlu mewaspadai kenaikan harga pangan. Inflasi pangan dapat mengurangi daya beli masyarakat dan meningkatkan tekanan terhadap stabilitas harga. Jika pemerintah tidak mengendalikan tekanan tersebut, pertumbuhan ekonomi juga berpotensi terdampak.

Prospek Rupiah dalam Jangka Pendek

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan bergantung pada perkembangan sejumlah faktor. Ketegangan di Timur Tengah, harga minyak dunia, dan arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian utama investor.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati kondisi APBN, pengelolaan energi, serta perkembangan inflasi. Kombinasi faktor tersebut akan memengaruhi persepsi investor terhadap aset keuangan Indonesia.

Ekonom Bank Danamon Faiz Irman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.300 per dolar AS dalam jangka pendek. Sementara itu, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini berada pada rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.250 per dolar AS.

Dengan demikian, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan global dan domestik secara bersamaan. Tekanan terhadap harga energi, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan kebijakan moneter AS masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 1,3%, Saham Infrastruktur Tertekan, BBCA Menguat
Harga Emas Dunia Naik, Investor Menanti Keputusan The Fed
Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas Hari Ini
IHSG Anjlok 3,03%, Saham WIFI BIPI KETR Ikut Melemah
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Tembus Rp18.140
Harga Perak Antam Naik, Cek Harga Emas Dunia
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi Selasa
BEI Pastikan Saham HSC Tak Pangkas Kapitalisasi Pasar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IHSG Anjlok 1,3%, Saham Infrastruktur Tertekan, BBCA Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Dunia Naik, Investor Menanti Keputusan The Fed

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas Hari Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok 3,03%, Saham WIFI BIPI KETR Ikut Melemah

Berita Terbaru

 Rupiah melemah ke Rp 18.174 per dolar AS akibat tekanan global dan kenaikan harga minyak dunia. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah Hari Ini, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas dunia naik saat investor mencermati kebijakan suku bunga AS.(Foto : by AI/liputan6.com)

Ekonomi

Harga Emas Dunia Naik, Investor Menanti Keputusan The Fed

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyerahkan bantuan sembako dan piagam penghargaan kepada pemuda berprestasi dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2026.

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Salurkan Sembako dan Apresiasi Pemuda

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:30 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH

Wali Kota Alfin Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:00 WIB