Jakarta, iNBrita.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal III 2026. Kabar positif tersebut turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama.
Berdasarkan data RTI, IHSG menguat 1,96% ke level 5.016,17 pada sesi pertama. Indeks saham LQ45 juga naik 2,37% menjadi 513,14. Seluruh indeks saham acuan mencatat penguatan.
Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.072,05 dan level terendah 4.995,45. Sebanyak 431 saham mencatat kenaikan harga dan menopang pergerakan IHSG. Sebaliknya, sebanyak 189 saham melemah dan 94 saham bergerak stagnan.
Pelaku pasar mencatat total frekuensi perdagangan sebanyak 827.816 kali. Volume transaksi mencapai 14,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6 triliun. Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp18.089.
Mayoritas Sektor Saham Menguat
Sebagian besar sektor saham mencatat penguatan pada sesi pertama. Namun, dua sektor justru mengalami pelemahan, yakni sektor konsumen siklikal sebesar 0,15% dan sektor infrastruktur sebesar 0,25%.
Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 4,18%. Selanjutnya, sektor industri menguat 1,5% dan sektor konsumen non-siklikal melonjak 1,94%.
Sektor energi juga mencatat kenaikan sebesar 0,06%. Sementara itu, sektor kesehatan naik 0,03% dan sektor keuangan menguat 0,98%.
Penguatan juga terjadi pada sektor properti sebesar 0,90%. Sektor teknologi naik 0,59%, sedangkan sektor transportasi mencatat kenaikan 1,07%.
Saham ARCI Melonjak 10,34%
Pada sesi pertama, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kenaikan tertinggi di antara saham yang dibahas. Harga saham ARCI melonjak 10,34% menjadi Rp960 per saham.
Saat pembukaan perdagangan, ARCI langsung menguat 80 poin ke level Rp950 per saham dari penutupan sebelumnya sebesar Rp870. Sepanjang sesi pertama, saham ini menyentuh level tertinggi Rp980 dan terendah Rp920 per saham.
Investor memperdagangkan saham ARCI sebanyak 736.419 saham dengan frekuensi 9.176 kali. Total nilai transaksinya mencapai Rp70,3 miliar.
Pergerakan Saham IATA, JARR, dan MINA
Selain ARCI, sejumlah saham lainnya juga mencatat pergerakan positif. Berikut perkembangan harga saham IATA, JARR, dan MINA pada sesi pertama perdagangan.
1. Saham IATA Menguat 4,29%
Harga saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) naik 4,29% menjadi Rp73 per saham.
Saat pembukaan, IATA menguat dua poin ke level Rp72 per saham dari penutupan sebelumnya sebesar Rp70. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp76 dan terendah Rp71 per saham.
Investor mencatat frekuensi perdagangan IATA sebanyak 1.517 kali. Volume transaksi mencapai 582.195 saham dengan nilai sebesar Rp4,3 miliar.
2. Saham JARR Bergerak Stagnan
Berbeda dengan IATA, harga saham JARR tidak mengalami perubahan dan bertahan di level Rp2.280 per saham.
Pada awal perdagangan, saham JARR sempat naik 10 poin ke level Rp2.290 per saham. Selanjutnya, harga saham ini bergerak dalam rentang Rp2.270 hingga Rp2.340 per saham.
Sepanjang sesi pertama, investor memperdagangkan 12.309 saham JARR dengan frekuensi 754 kali. Total nilai transaksinya mencapai Rp2,8 miliar.
3. Saham MINA Menguat 1,61%
Saham MINA juga mencatat penguatan sebesar 1,61% ke level Rp126 per saham.
Sepanjang sesi pertama, harga saham MINA bergerak pada kisaran Rp124 hingga Rp133 per saham.
Investor memperdagangkan saham MINA sebanyak 130.541 saham dengan frekuensi 1.152 kali. Nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp1,7 miliar.
(vvr*)









