Sungai Penuh, iNBrita.com — BMKG mencatat jarak pandang di Kota Sungai Penuh mencapai 500 hingga 800 meter pada pagi hingga siang hari. Fenomena El Niño yang sangat kuat turut memperparah kondisi kering dan meningkatkan risiko kebakaran lahan yang dapat menghasilkan asap.
Kepala Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, meminta masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia juga mengingatkan warga agar menunda pembakaran jerami untuk mencegah penambahan asap yang dapat mengganggu jarak pandang.
“Jarak pandang pada pagi hingga siang hari berkisar antara 500 hingga 800 meter. Kami meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menunda pembakaran jerami karena asap dapat semakin menurunkan jarak pandang,” ujar Kurnia
BMKG memperkirakan musim hujan akan mulai pada dasarian kedua November atau sekitar pertengahan November. Sebelum musim hujan tiba, masyarakat perlu mengantisipasi kondisi lingkungan yang kering karena keadaan tersebut meningkatkan risiko kebakaran lahan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar mewaspadai cuaca ekstrem selama masa peralihan musim. Hujan dapat turun bersama petir dan angin kencang dalam durasi singkat.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci mengimbau masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca secara tiba-tiba selama masa peralihan musim, terutama hujan yang disertai petir dan angin kencang. Ia juga meminta warga menghentikan pembakaran terbuka untuk mencegah kebakaran lahan dan mengurangi asap.
Masyarakat harus berhati-hati saat berkendara ketika asap mengurangi jarak pandang. Warga juga perlu menghentikan pembakaran terbuka dan memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Langkah pencegahan tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko kebakaran lahan, gangguan kesehatan, kecelakaan lalu lintas, dan dampak cuaca ekstrem.
(eny)









