Venesia, Italia, iNBrita.com — kembali membahas rencana menaikkan tarif bagi pengunjung yang datang tanpa menginap. Pemerintah setempat menilai pungutan yang berlaku sekarang belum cukup kuat untuk mengendalikan lonjakan kunjungan, terutama saat musim ramai.
Saat ini, pengunjung harian membayar antara 5 hingga 10 euro atau sekitar Rp100 ribu sampai Rp204 ribu. Anggota dewan bidang anggaran dan perpajakan, Michele Zuin, menilai nominal tersebut masih terjangkau bagi sebagian besar orang.
Menurut Zuin, biaya yang terlalu rendah tidak banyak memengaruhi keputusan orang dalam menentukan waktu kedatangan. Karena itu, pemerintah daerah mulai membahas kenaikan hingga 50 euro atau lebih dari Rp1 juta.
Wali Kota Venesia Soroti Beban Pemeliharaan
Wali Kota Venesia, Simone Venturini, juga melihat pungutan 10 euro belum mampu mengurangi kepadatan pada hari-hari tersibuk.
Venturini menyebut pemerintah daerah mengeluarkan sekitar 100 juta euro setiap tahun untuk merawat infrastruktur dan menjaga kondisi fisik Venesia. Ia mengatakan biaya tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mencari sumber pendapatan tambahan dari sektor pariwisata.
Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan memberikan pemasukan bagi banyak pihak, tetapi masyarakat setempat tetap harus menghadapi biaya besar untuk mempertahankan kawasan bersejarah tersebut.
Skema Berlaku Sejak 2024
Venesia mulai menerapkan tiket harian pada 2024. Aturan itu menyasar orang yang datang dan meninggalkan kawasan tersebut pada hari yang sama. Pengunjung yang menginap tidak mengikuti mekanisme pembayaran tersebut.
Penyelenggara memberikan harga lebih rendah kepada mereka yang melakukan pemesanan lebih awal. Anak-anak berusia di bawah 14 tahun juga termasuk kelompok yang mendapatkan pengecualian.
Sepanjang 2026, otoritas menerapkan pungutan tersebut pada tanggal tertentu sejak 3 April hingga 26 Juli. Sistem pembayaran berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 16.00 waktu setempat.
Raup Jutaan Euro dari Tiket
Selama periode penerapan tahun ini, penjualan tiket menghasilkan lebih dari 5,2 juta euro bagi kas daerah. Otoritas mencatat hampir 680 ribu transaksi.
Pengelola berharap kebijakan tersebut membuat pengunjung memilih waktu perjalanan di luar periode padat. Langkah itu sekaligus membantu mengurangi tekanan terhadap kawasan bersejarah dan memberikan tambahan dana untuk menjaga keberlangsungan Venesia.
(eny)









