Tokyo, iNBrita.com — Kebiasaan sebagian wisatawan asing mengganti koper lama dengan koper baru di Tokyo mulai menimbulkan persoalan di Jepang. Banyak turis meninggalkan koper lama mereka di hotel setelah membeli koper baru selama berlibur.
Sejumlah hotel kini harus menangani koper-koper yang ditinggalkan tamu. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah bandara.
Bandara Chubu di Prefektur Aichi, misalnya, menemukan puluhan koper tanpa pemilik yang ditinggalkan begitu saja. Bertambahnya koper tersebut membuat pengelola harus mencari cara untuk menangani dan membuangnya sesuai aturan.
Koper Masuk Kategori Sampah Besar
Wisatawan tidak bisa membuang koper sembarangan di Jepang. Pemerintah daerah memasukkan koper ke dalam kategori sodai gomi, atau sampah berukuran besar.
Setiap kota memiliki aturan dan prosedur sendiri dalam menangani sampah berukuran besar. Karena itu, wisatawan perlu mencari informasi terlebih dahulu sebelum membuang koper lama mereka.
Jangan Tinggalkan Koper di Hotel
Wisatawan yang ingin membuang koper lama sebaiknya lebih dulu bertanya kepada petugas hotel atau bandara. Mereka dapat menanyakan apakah pengelola menyediakan layanan khusus untuk membuang koper.
Dalam beberapa layanan, wisatawan perlu membayar sekitar 1.200 yen untuk satu koper. Dengan mengikuti prosedur tersebut, wisatawan tidak membebani hotel dengan barang yang sudah tidak mereka perlukan.
Perbaiki Jika Masih Bisa Digunakan
Wisatawan juga bisa memilih memperbaiki koper jika kerusakannya masih ringan. Jepang memiliki banyak toko yang menyediakan jasa perbaikan koper.
Daripada langsung membuang koper yang masih layak pakai, wisatawan dapat memperbaikinya sehingga masa penggunaannya menjadi lebih panjang. Cara ini juga membantu mengurangi jumlah sampah.
Manfaatkan Layanan Daur Ulang
Jika wisatawan tetap ingin membeli koper baru, mereka bisa menanyakan kepada petugas toko mengenai layanan penerimaan atau daur ulang koper lama.
Sejumlah toko di kawasan Shinsaibashi menawarkan layanan tersebut dengan biaya sekitar 500 yen. Wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas seperti ini agar koper lama tidak berakhir sebagai sampah yang menumpuk.
Wisatawan Perlu Ikut Menjaga Lingkungan
Fenomena koper yang ditinggalkan wisatawan menjadi pengingat bahwa perjalanan ke luar negeri juga membutuhkan tanggung jawab.
Wisatawan tidak cukup hanya menikmati keindahan Jepang. Mereka juga harus mengikuti aturan setempat, termasuk aturan pengelolaan sampah, agar aktivitas pariwisata tidak menambah persoalan lingkungan.
(eny)









