Home / Internasional

Senin, 16 Maret 2026 - 12:00 WIB

Dari Penengah Jadi Penonton, Eropa Melemah Atas Iran

Uni Eropa di Tengah Krisis Iran: Antara Peran dan Ketidakberdayaan

Uni Eropa di Tengah Krisis Iran: Antara Peran dan Ketidakberdayaan

Uni Eropa di Tengah Krisis Iran: Antara Peran dan Ketidakberdayaan

Jakarta , iNBrita.com  – Krisis di Iran memunculkan pertanyaan serius: apakah Uni Eropa (UE) masih bisa mempengaruhi situasi, atau hanya menonton dari pinggir lapangan? Parlemen Eropa pekan ini menyoroti kesulitan UE mengubah keprihatinan menjadi tindakan nyata.

Para anggota parlemen berdiskusi di Strasbourg tentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perdebatan itu memperlihatkan perpecahan internal UE, bahkan di antara institusi-institusinya. Julien Barnes-Dacey, direktur program Timur Tengah dan Afrika Utara di European Council on Foreign Relations, menegaskan, “Uni Eropa saat ini tidak memiliki peran berarti. Titik. Eropa sekarang tidak relevan.”

Dari Penengah Menjadi Penonton

Sejak 2006, Uni Eropa memposisikan diri sebagai mediator utama negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Negosiasi itu menghasilkan kesepakatan nuklir 2015, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi. UE kemudian memimpin koordinasi dan membela kesepakatan itu.

Namun, Presiden AS Donald Trump menarik Washington dari JCPOA pada 2018, melemahkan posisi diplomatik Eropa di wilayah strategis. Barnes-Dacey menilai penurunan pengaruh UE bukan hanya akibat Trump. “Selama bertahun-tahun, Eropa menurunkan prioritas terhadap Timur Tengah. Kini, AS dan Iran jarang menganggap Eropa mediator yang kredibel,” ujarnya.

Baca juga :   15 Kode Redeem FC Mobile Aktif Hari Ini 17 Februari 2026

Analis Maneli Mirkhan, lahir di Teheran dan kini berbasis di Paris, menilai UE terlalu fokus pada diplomasi dan sanksi, sementara Iran terus mengembangkan kemampuan militer, nuklir, dan teknologi.

Perpecahan Internal Memperburuk Krisis

Perpecahan internal UE memperparah krisis. Kebijakan luar negeri UE menuntut konsensus antarnegara anggota, sesuatu yang sulit dicapai ketika situasi bergerak cepat. Spanyol mengecam serangan terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara Jerman awalnya mendukung tekanan AS dan Israel sebelum melunak. Prancis dan Inggris menyerukan kehati-hatian sambil tetap mengkritik Iran.

Di tingkat institusi, pesan UE juga tidak seragam. Kepala diplomasi Kaja Kallas menekankan de-eskalasi, sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendorong peluang transisi dan harapan baru bagi rakyat Iran.

Fokus Geopolitik Beralih ke Ukraina

Fokus Eropa yang kini tertuju pada perang di Ukraina juga melemahkan posisinya di Timur Tengah. UE menghindari konfrontasi dengan AS terkait Iran untuk menjaga hubungan transatlantik, baik dalam perdagangan maupun menghadapi Rusia. Barnes-Dacey menegaskan, “Eropa lebih memprioritaskan menjaga keselarasan dengan Amerika.”

Baca juga :   Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Indonesia Yordania

Dampak Tetap Akan Dirasa

Meski tampak terpinggirkan, Eropa tetap akan merasakan efek krisis Iran. Konflik berkepanjangan bisa menaikkan harga energi, mengguncang stabilitas regional, dan mendorong tekanan migrasi ke Eropa. Mirkhan memperingatkan, kegagalan menciptakan transisi yang stabil akan menimbulkan risiko besar bagi UE.

Masih Ada Harapan?

Analis berbeda pendapat soal peran uni Erofa di masa depan. Barnes-Dacey pesimistis, menilai Uni Erofa sulit pulih tanpa perubahan besar dalam politik internal. Sebaliknya, Mirkhan optimistis. Ia menilai meski Eropa tidak dominan dalam fase militer, UE masih bisa mendukung oposisi, memfasilitasi dialog, dan membantu merancang kerangka demokrasi selama transisi politik di Iran.

Namun Barnes-Dacey menyimpulkan, jika krisis Iran menjadi ujian kemampuan geopolitik UE, blok ini gagal. Perbandingan dengan Ukraina menunjukkan, ketika bersatu, UE mampu bertindak efektif. Dalam kasus Iran, UE masih harus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penonton.

(eny)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi BMKG , BUMI dan Matahari yang menunjukkan interaksi partikel Matahari dengan medan magnet Bumi.

Internasional

BMKG Laporkan Badai Magnet Bumi Akibat Aktivitas Matahari
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tegas terkait Amerika Serikat

Internasional

Menlu Iran Ancam AS, Konfrontasi Besar Mengintai

Internasional

Pemkab Kerinci dan TNKS Koordinasi Jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning
Berita internasional Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford bersiap berlayar ke Timur Tengah, meningkatkan tekanan militer terhadap Iran (Foto: VIA REUTERS/U.S. NAVAL FORCES CENTRAL COMMAND)

Internasional

Berita Internasional Paling Menarik Hari Ini
Asap mengepul di Chehour, perbatasan Lebanon selatan setelah serangan udara Israel

Internasional

Israel Bombardir Perbatasan Lebanon-Suriah, Korban Berjatuhan
Batu Painite merah-coklat langka dari Crystal Treasure

Internasional

Painite dan Red Beryl: Batu Mulia Paling Langka
Perbandingan nilai tukar mata uang terlemah dunia terhadap dolar AS tahun 2026

Internasional

10 Mata Uang Terlemah Dunia Tahun 2026
Ilustrasi rudal Iran diluncurkan saat konflik dengan AS dan Israel

Internasional

Iran Tetap Produksi Rudal Meski Digempur AS Israel