Jakarta, iNBrita.com — Mata uang mencerminkan kekuatan ekonomi suatu negara. Meski dolar Amerika Serikat (AS) menjadi mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, sejumlah negara justru memiliki mata uang dengan nilai sangat rendah. Bahkan, beberapa di antaranya membutuhkan puluhan ribu unit hanya untuk menyamai satu dolar AS.
Hingga kini, mata uang-mata uang tersebut masih berfungsi sebagai alat pembayaran resmi di negara masing-masing. Nilai tukarnya yang lemah mencerminkan tekanan ekonomi, inflasi tinggi, hingga ketidakstabilan politik.
Mengutip Forbes, berikut 10 mata uang terlemah di dunia berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS per 9 Januari 2026.
10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026
1. Pound Lebanon (LBP)
Pound Lebanon menempati posisi teratas sebagai mata uang terlemah di dunia. Nilainya hanya 0,000011 dolar AS per LBP, sehingga 1 dolar AS setara dengan sekitar 89.556 LBP.
Lebanon mengandalkan sektor jasa serta ekspor batu mulia, logam, produk kimia, dan makanan. Namun, krisis perbankan, inflasi tinggi, pengangguran, dan ketidakstabilan politik terus menekan nilai mata uangnya.
2. Rial Iran (IRR)
Rial Iran menjadi salah satu mata uang tertua yang masih digunakan hingga kini. Setiap 1 rial hanya bernilai 0,000024 dolar AS, atau sekitar 42.112 rial per dolar AS.
Meski Iran merupakan eksportir besar minyak dan gas, sanksi ekonomi internasional membatasi aktivitas perdagangan dan menekan nilai mata uangnya secara signifikan.
3. Dong Vietnam (VND)
Dong Vietnam berasal dari Asia Tenggara dan memiliki nilai 0,000038 dolar AS per unit, sehingga 1 dolar AS setara dengan sekitar 26.345 dong.
Vietnam mengandalkan sektor jasa, elektronik, energi, dan tekstil. Perlambatan ekspor, pembatasan perdagangan, serta kebijakan suku bunga tinggi di AS ikut memberi tekanan pada nilai dong.
4. Kip Laos (LAK)
Laos memperkenalkan kip pada 1950-an. Saat ini, 1 kip bernilai 0,000046 dolar AS, atau sekitar 21.663 kip per dolar AS.
Sebagai negara tanpa laut, Laos bergantung pada ekspor tembaga, emas, dan kayu. Pertumbuhan ekonomi yang lambat, utang luar negeri tinggi, dan inflasi membuat kip tetap melemah.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Indonesia menggunakan rupiah sejak 1946. Nilai tukarnya saat ini mencapai 0,000059 dolar AS per rupiah, sehingga 1 dolar AS setara dengan sekitar 16.849 rupiah.
Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia mengandalkan sektor jasa dan komoditas. Namun, tekanan inflasi dan kekhawatiran resesi global turut melemahkan rupiah.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Uzbekistan memperkenalkan som pada 1993. Nilainya kini berada di 0,00008 dolar AS per som, atau sekitar 11.862 som per dolar AS.
Meski kaya kapas, mineral, serta minyak dan gas, Uzbekistan masih menghadapi inflasi, pengangguran, dan korupsi yang membatasi penguatan mata uangnya.
7. Franc Guinea (GNF)
Franc Guinea bernilai 0,000115 dolar AS per unit, sehingga 1 dolar AS setara dengan sekitar 8.658 franc.
Guinea memiliki cadangan emas dan berlian yang besar. Namun, inflasi tinggi, konflik militer, serta arus pengungsi dari negara tetangga terus melemahkan nilai franc.
8. Franc Burundi (BIF)
Burundi telah menggunakan franc sejak 1916. Saat ini, 1 franc bernilai 0,00011 dolar AS, atau sekitar 8.755 franc per dolar AS.
Negara Afrika Timur ini mengandalkan kopi dan teh sebagai tulang punggung ekspor, yang menyumbang sekitar 90 persen pendapatan ekspor nasional.
9. Ariary Madagaskar (MGA)
Madagaskar mengganti franc dengan ariary pada 2005. Nilainya kini mencapai 0,00021 dolar AS per ariary, atau sekitar 4.638 ariary per dolar AS.
Ekonomi Madagaskar bertumpu pada pertanian, pertambangan, perikanan, dan kehutanan, dengan ekspor utama berupa vanili, nikel, dan cengkeh.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Paraguay memperkenalkan guarani pada 1952. Saat ini, 1 guarani bernilai 0,00015 dolar AS, sehingga 1 dolar AS setara dengan sekitar 6.619 guarani.
Sebagai negara tanpa laut, Paraguay mengandalkan ekspor kedelai, stevia, daging sapi, dan jagung untuk menopang perekonomian.
Itulah sepuluh mata uang terlemah di dunia pada 2026. Data ini menunjukkan bagaimana kondisi ekonomi, politik, dan global dapat memengaruhi nilai mata uang suatu negara. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda.
(Ven*)














