Iran Tetap Produksi Rudal Meski Digempur AS Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran tetap melanjutkan produksi dan peluncuran rudal di tengah serangan AS dan Israel selama konflik berlangsung

Iran tetap melanjutkan produksi dan peluncuran rudal di tengah serangan AS dan Israel selama konflik berlangsung

Jakarta, iNBrita.com — Meskipun pasukan Amerika Serikat dan Israel terus menggempur, Iran tetap berjuang dan menjalankan produksi rudalnya sesuai rencana.

Jenderal Ali Mohammad Naeini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, menyatakan kepada kantor berita IRNA bahwa Iran tetap memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang. Ia menegaskan bahwa produksi tetap berjalan tanpa hambatan besar dan stok rudal terus bertambah.

Iran Balas Serangan ke Sejumlah Negara

Sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Iran langsung meluncurkan serangan balasan. Iran menembakkan rudal ke Israel dan beberapa negara tetangga.

Iran menyerang Qatar dan Uni Emirat Arab, termasuk pangkalan militer AS, fasilitas sipil, dan operasi energi. Selain itu, Iran juga menggempur Provinsi Timur Arab Saudi yang menjadi pusat ladang minyak, serta wilayah Kuwait dan Bahrain.

Kekuatan Rudal Iran Sebelum Perang

Sebelum perang terjadi, Iran memiliki salah satu persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah. Iran mengoperasikan ribuan rudal balistik dan jelajah dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer.

Namun, para analis belum mengetahui jumlah pasti stok rudal Iran. Militer Israel memperkirakan jumlahnya sekitar 2.500 unit, sementara estimasi lain menyebut hingga 6.000 unit.

Peneliti Atlantic Council, Alex Plitsas, memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.000–3.000 rudal balistik jarak menengah serta 6.000–8.000 rudal jarak pendek.

Serangan AS-Israel dan Dampaknya

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa serangan telah menghancurkan kapasitas rudal balistik Iran secara fungsional. Namun, Jenderal AS Dan Caine menyatakan bahwa Iran masih memiliki sebagian kemampuan rudal.

Israel juga terus menggempur pabrik rudal dan drone milik Iran. Meski begitu, AS dan Israel belum menjelaskan secara rinci jumlah fasilitas yang mereka serang maupun tingkat kerusakannya.

Produksi Bawah Tanah Jadi Kunci

Peneliti Pacific Forum, William Alberque, menilai bahwa sebagian fasilitas produksi Iran kemungkinan lolos dari serangan. Ia menyoroti keberadaan fasilitas bawah tanah yang masih bisa beroperasi.

Menurutnya, fasilitas tersebut mungkin terbatas untuk memproduksi rudal besar, tetapi cukup untuk memproduksi drone dalam jumlah besar atau rudal kecil yang lebih murah.

Ia juga menambahkan bahwa Iran berusaha menampilkan kekuatan, sehingga kemungkinan ada unsur melebih-lebihkan kemampuan. Namun, ia menegaskan bahwa kapasitas Iran tetap ada dan sengaja dirahasiakan.

Produksi Drone Lebih Realistis

Direktur Crown Center for Middle East Studies, Gary Samore, menilai Iran masih mampu memproduksi drone selama perang. Ia menjelaskan bahwa Iran dapat merakit drone dari komponen sederhana di fasilitas bawah tanah atau bahkan garasi.

Namun, ia meragukan kemampuan Iran untuk terus memproduksi rudal balistik besar dengan jangkauan jauh.

Sementara itu, Alex Plitsas memperkirakan Iran mampu memproduksi sekitar 300 rudal per bulan di awal perang, meskipun kapasitas tersebut kemungkinan telah menurun saat ini.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB

Daftar kode redeem FF terbaru 18 Oktober 2026 untuk mencoba klaim hadiah gratis Free Fire. ( Foto AI INBRITA)

Uncategorized

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi permainan mobile dan saldo DANA yang menggambarkan peluang mendapatkan hadiah digital melalui aplikasi game. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

7 Game Penghasil Saldo DANA yang Menarik untuk Dicoba

Minggu, 18 Okt 2026 - 01:00 WIB

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, alami erupsi (Foto: Magma Indonesia)

Nasional

Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 00:00 WIB

Atta Halilintar  IG @attahalilintar

Entertainment

Ashanty Bongkar Respons Atta Halilintar soal Isu Perselingkuhan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 23:00 WIB