Menlu Iran Ancam AS, Konfrontasi Besar Mengintai

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan pernyataan mengenai sikap Iran terhadap Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan pernyataan mengenai sikap Iran terhadap Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Jakarta, iNBrita.comMenteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan ancaman paling tegas terhadap Amerika Serikat pada Rabu (21/1). Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan membalas dengan seluruh kekuatan jika pihak mana pun kembali menyerangnya. Menurut Araghchi, konfrontasi habis-habisan akan berlangsung sangat ganas dan berkepanjangan.

Ancaman Disampaikan Saat Kapal Induk AS Bergerak

Araghchi menyampaikan pernyataan keras itu saat kapal induk Amerika Serikat bergerak ke barat menuju Timur Tengah dari Asia.

Pergerakan Militer AS di Timur Tengah dan Karibia

Pada saat yang sama, jet tempur dan perlengkapan militer AS berpindah posisi di kawasan Timur Tengah, menyusul pengerahan besar-besaran militer Amerika di Karibia. Operasi tersebut sebelumnya berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Opini di Media Terkemuka AS

Menlu Iran itu menyampaikan ancamannya melalui artikel opini di media ternama Amerika Serikat, The Wall Street Journal.

Iran Salahkan Demonstran Bersenjata

Dalam tulisannya, Araghchi menyatakan bahwa fase kekerasan dalam kerusuhan hanya berlangsung kurang dari 72 jam. Ia kembali menyalahkan para demonstran bersenjata sebagai pemicu utama kekerasan tersebut.

Baca Juga :  Muradi Wakafkan Tanah dan Kebun untuk STKIP Sungai Penuh

Peringatan Balasan Militer Iran

“Berbeda dengan sikap menahan diri yang Iran tunjukkan pada Juni 2025, angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan ragu membalas dengan seluruh kemampuan yang kami miliki jika diserang lagi,” tulis Araghchi. Ia merujuk pada perang 12 hari yang Israel lancarkan terhadap Iran pada Juni tahun lalu.

“Ini Bukan Ancaman, Ini Kenyataan”

Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan ancaman, melainkan kenyataan yang perlu ia sampaikan secara terbuka. Araghchi mengaku menyampaikan hal itu karena ia membenci perang, meskipun berpengalaman sebagai diplomat dan veteran.

Dampak Global Jika Konflik Melebar

“Konfrontasi total akan sangat brutal dan berlangsung jauh lebih lama daripada batas waktu khayalan yang Israel dan para proksinya coba yakinkan kepada Gedung Putih,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa konflik tersebut akan meluas ke kawasan yang lebih besar dan berdampak langsung pada warga sipil di seluruh dunia.

Baca Juga :  Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Hiu Sydney

Negara Teluk Lobi Trump

Sejumlah negara Timur Tengah, terutama diplomat dari negara-negara Teluk Arab, terus melobi Presiden Donald Trump agar tidak menyerang Iran. Pekan lalu, otoritas Iran menutup wilayah udaranya, yang diduga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan.

USS Abraham Lincoln Melintasi Selat Malaka

Sementara itu, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln yang beberapa hari terakhir berada di Laut China Selatan, telah melintasi Selat Malaka pada Selasa (20/1). Selat tersebut menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudra Hindia, berdasarkan data pelacakan kapal.

Kapal Induk dan Tiga Perusak Bergerak ke Barat

Seorang pejabat Angkatan Laut AS, yang berbicara secara anonim, menyatakan bahwa kapal induk tersebut beserta tiga kapal perusak pengawal sedang bergerak ke arah barat.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia
Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin melepas ribuan peserta Pawai Obor 1 Muharam 1448 H di Sungai Penuh. ( Foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qurani Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:00 WIB

Foto Ilustrasi (Pexels)

Ekonomi

Harga Pertalite Rp18.040, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:00 WIB