Jakarta, iNBrita.com – Turnamen esports internasional perdana CrossFire: Legends Championship (CFLC) resmi berakhir pada 8 Februari 2026 di Manila, Filipina. Tim asal Vietnam, Evolution Team (EVO), merebut gelar juara setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Tim tuan rumah Filipina, KDM, menempati posisi kedua. Panitia membagikan total hadiah sebesar USD 70.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar.
Turnamen ini mempertemukan tim-tim dari lima negara Asia Tenggara. Indonesia ikut serta sejak babak awal, menunjukkan perkembangan ekosistem esports mobile di Tanah Air sekaligus kesiapan talenta lokal bersaing di tingkat regional.
Babak semifinal dan grand final berlangsung pada 7–8 Februari dan menarik ribuan penonton ke venue. Antusiasme juga terlihat secara daring, dengan siaran langsung di TikTok, Facebook, dan YouTube mencapai lebih dari 500.000 penayangan.
Sejumlah organisasi esports besar Asia Tenggara, seperti EVOS, ONIC, dan FullSense, ikut memeriahkan turnamen. Kehadiran tim-tim ternama tersebut memperkuat lanskap kompetitif CrossFire: Legends di kawasan ini.
Perwakilan Tencent K1 Team menyatakan bahwa mereka berinvestasi jangka panjang untuk membangun ekosistem esports FPS mobile yang profesional. “Kami tetap berkomitmen membangun sistem esports FPS mobile yang profesional dan komprehensif. CFLC menjadi awal investasi berkelanjutan kami dalam menghadirkan kompetisi internasional berkualitas bagi pemain di seluruh dunia,” ujarnya kepada detikINET.
Berakhirnya CFLC menegaskan bahwa Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat untuk esports mobile, sementara Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif sebagai pasar penting.
(Tim*)














