Jakarta, iNBrita.com – PT Antam Tbk (ANTM) diperkirakan akan memasarkan emas batangan dengan harga yang bergerak fluktuatif pada Senin, 30 Maret 2026, di Jakarta.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa harga emas Antam masih berpotensi mengalami koreksi. Ia menambahkan, “Jika turun, support pertama ada di Rp 2.840.000 per gram, dan support kedua di Rp 2.800.000 per gram.”
Sementara itu, harga emas Antam juga berpeluang naik. Harga emas Antam diperkirakan akan menembus level resistance pertama di Rp 2.920.000 per gram, dan jika terus menguat, harga bisa mencapai resistance kedua di Rp 2.980.000 per gram.
Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia, hari ini harga emas Antam naik Rp 27.000 menjadi Rp 2.837.000 per gram. Sebelumnya, Jumat (26/3/2026), harga emas sempat turun Rp 40.000 ke Rp 2.810.000 per gram.
Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas Antam tercatat Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Untuk harga beli kembali atau buyback, Antam mencatat kenaikan tajam Rp 47.000 menjadi Rp 2.461.000 per gram pada Sabtu (28/3/2026).
Antam mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk setiap transaksi penjualan emas batangan dengan nominal lebih dari Rp 10 juta. Pemegang NPWP membayar 1,5%, sedangkan non-NPWP membayar 3%. Antam langsung memotong PPh 22 dari total nilai buyback.
Berikut harga pecahan emas batangan Antam per Sabtu (28/3/2026), belum termasuk pajak:
- 0,5 gram: Rp 1.468.500
- 1 gram: Rp 2.837.000
- 2 gram: Rp 5.614.000
- 3 gram: Rp 8.396.000
- 5 gram: Rp 13.960.000
- 10 gram: Rp 27.865.000
- 25 gram: Rp 69.537.000
- 50 gram: Rp 138.995.000
- 100 gram: Rp 277.912.000
- 250 gram: Rp 694.515.000
- 500 gram: Rp 1.388.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.777.600.000
Untuk pembelian emas batangan, potongan PPh 22 berlaku sesuai PMK No 34/PMK.10/2017. Pembeli yang memiliki NPWP dikenakan 0,45%, sedangkan non-NPWP dikenakan 0,9%. Setiap transaksi disertai bukti potong PPh 22.
(VVR*)














