Home / Nasional

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:00 WIB

Kemensos Fasilitasi Terapi Kelumpuhan Anak Kurang Mampu

Seorang petugas fisioterapi memberikan terapi kepada anak penyandang kelumpuhan di Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Seorang petugas fisioterapi memberikan terapi kepada anak penyandang kelumpuhan di Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Jakarta, iNBrita.com – Banyak masyarakat dengan keterbatasan ekonomi masih kesulitan mengakses layanan fisioterapi. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial RI menyediakan layanan terapi rehabilitasi kelumpuhan total melalui Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.

Layanan ini menjadi harapan besar bagi Muhammad Adriyan (5). Adriyan merupakan putra ketiga Hamdayu (46) yang secara rutin menjalani terapi di sentra tersebut. Hamdayu setiap hari menempuh perjalanan pulang-pergi dari Cibarusah, Kabupaten Bekasi, sejauh sekitar 29 kilometer atau satu jam perjalanan. Ia mengetahui keberadaan Rumah Terapi Pangudi Luhur dari komunitas Rumah Cerebral Palsy, yaitu komunitas orang tua anak dengan cerebral palsy.

Perjalanan jauh dan kondisi Adriyan yang mudah lelah menjadi tantangan berat bagi Hamdayu. Setelah dua bulan menjalani terapi rawat jalan, pihak sentra akhirnya memberikan layanan residensial kepada Adriyan.

Baca juga :   Harkitnas ke-117 Tahun 2025 Tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”

Kini Adriyan tinggal di asrama Sentra Terpadu Pangudi Luhur. Pihak sentra memenuhi seluruh kebutuhan dasarnya sehingga Adriyan dapat fokus menjalani terapi. Di rumah terapi, terapis memberikan layanan fisioterapi dan terapi okupasi secara terjadwal, intensif, dan sesuai kebutuhan kondisinya.

Hamdayu mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. Ia merasa fasilitas yang nyaman dan sistem residensial membuat Adriyan tidak lagi kelelahan akibat perjalanan jauh. Menurutnya, kondisi ini memungkinkan terapi berjalan lebih optimal.

Hamdayu juga menceritakan awal mula kondisi Adriyan. Saat berusia 11 bulan, Adriyan mengalami kejang hebat yang berdampak serius pada tumbuh kembangnya. Sejak saat itu, perkembangan fisiknya terhambat. Tubuhnya mengalami mati rasa hingga lumpuh total. Bahkan, Adriyan tidak merespons rangsangan seperti cubitan.

Baca juga :   Kerinci Raih Dua Penghargaan Nasional Budaya 2026

Berdasarkan rekam medis anaknya, Hamdayu yakin telah mengambil keputusan yang tepat dengan membawa Adriyan ke Rumah Terapi Pangudi Luhur. Ia menilai layanan di sentra ini terintegrasi dengan baik. Selain mendampingi terapi Adriyan, Hamdayu juga mengikuti pelatihan vokasional menjahit yang disediakan oleh sentra.

Hamdayu berharap Adriyan dapat menunjukkan banyak kemajuan ke depannya. Ia ingin anaknya pulih dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.

(Ven*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Lebih dari 3.000 murid tewas dalam serangan Israel Di Palestina
Daftar kode redeem Free Fire terbaru 2 April 2026 untuk klaim hadiah gratis

Nasional

Kode Redeem Free Fire Terbaru 2 April 2026

Nasional

Bupati Monadi Usulkan Sejumlah Pembangunan Strategis ke Mentri PUPR
Hujan lebat mengguyur ruang publik di Jakarta saat warga menyaksikan pertandingan bulu tangkis di layar besar

Nasional

BMKG Waspadai Hujan Lebat Saat Libur Nataru
Ilustrasi hukum Indonesia, KUHP dan KUHAP baru mulai berlaku

Nasional

Indonesia Resmi Terapkan KUHP dan KUHAP Baru
Prasetyo Hadi berbicara kepada wartawan setelah rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta, menanggapi kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026

Jakarta

Pemerintah Siapkan Evaluasi Usai Timnas Gagal Lolos
Petugas KPP Pratama Mampang Prapatan melayani wajib pajak di pojok pajak yang dibuka di lobi Gedung Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, untuk membantu pelaporan dan konsultasi perpajakan.

Nasional

DJP Catat 10 Juta SPT Pemerintah Perpanjang Batas Waktu
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyampaikan paparan di Road to CNBC Indonesia Awards 2025, Jakarta.

Nasional

DPR Tunggu Pemerintah Usulkan Ketua OJK Baru