Jakarta, iNBrita.com – Banyak masyarakat dengan keterbatasan ekonomi masih kesulitan mengakses layanan fisioterapi. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial RI menyediakan layanan terapi rehabilitasi kelumpuhan total melalui Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.
Layanan ini menjadi harapan besar bagi Muhammad Adriyan (5). Adriyan merupakan putra ketiga Hamdayu (46) yang secara rutin menjalani terapi di sentra tersebut. Hamdayu setiap hari menempuh perjalanan pulang-pergi dari Cibarusah, Kabupaten Bekasi, sejauh sekitar 29 kilometer atau satu jam perjalanan. Ia mengetahui keberadaan Rumah Terapi Pangudi Luhur dari komunitas Rumah Cerebral Palsy, yaitu komunitas orang tua anak dengan cerebral palsy.
Perjalanan jauh dan kondisi Adriyan yang mudah lelah menjadi tantangan berat bagi Hamdayu. Setelah dua bulan menjalani terapi rawat jalan, pihak sentra akhirnya memberikan layanan residensial kepada Adriyan.
Kini Adriyan tinggal di asrama Sentra Terpadu Pangudi Luhur. Pihak sentra memenuhi seluruh kebutuhan dasarnya sehingga Adriyan dapat fokus menjalani terapi. Di rumah terapi, terapis memberikan layanan fisioterapi dan terapi okupasi secara terjadwal, intensif, dan sesuai kebutuhan kondisinya.
Hamdayu mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. Ia merasa fasilitas yang nyaman dan sistem residensial membuat Adriyan tidak lagi kelelahan akibat perjalanan jauh. Menurutnya, kondisi ini memungkinkan terapi berjalan lebih optimal.
Hamdayu juga menceritakan awal mula kondisi Adriyan. Saat berusia 11 bulan, Adriyan mengalami kejang hebat yang berdampak serius pada tumbuh kembangnya. Sejak saat itu, perkembangan fisiknya terhambat. Tubuhnya mengalami mati rasa hingga lumpuh total. Bahkan, Adriyan tidak merespons rangsangan seperti cubitan.
Berdasarkan rekam medis anaknya, Hamdayu yakin telah mengambil keputusan yang tepat dengan membawa Adriyan ke Rumah Terapi Pangudi Luhur. Ia menilai layanan di sentra ini terintegrasi dengan baik. Selain mendampingi terapi Adriyan, Hamdayu juga mengikuti pelatihan vokasional menjahit yang disediakan oleh sentra.
Hamdayu berharap Adriyan dapat menunjukkan banyak kemajuan ke depannya. Ia ingin anaknya pulih dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.
(Ven*)














